Pabrik Senjata dan Peluru Segera Dibangun di Maros, Chaidir Syam: Proses Amdal dan Persyaratannya Sementara Dikaji

Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI bersama Bupati Maros Chaidir Syam didampingi Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir membahas rencana mendirikan pabrik senjata dan peluru di Maros. (Foto: Ist_Roma)
menitindonesia, JAKARTA – Bupati Maros HAS Chaidir Syam memenuhi undangan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayuda untuk membahas rencana pembangunan industri amunisi atau peluru di Kabupaten Maros. Pertemuan dilakukan di Kantor Kemenhan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).
Turut hadir mendampingi Bupati Maros, Ketua DPRD Kabupaten Maros HA Patarai Amir, Sekretaris Daerah Kabupaten Maros Andi Davied Syamsuddin dan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Maros Mustakim.
Rencananya, pabrik peluru ini akan dibangun oleh PT Kambria Pertahanan Indonesia (KPI) di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Lahan yang dibutuhkan untuk pabrik peluru tersebut sekitar 4 Ha.
Dadang Hendrayuda menjelaskan, saat ini Indonesia masih kekurangan peluru. Dalam setahun, produksi peluru melalui PT Pindad (Persero) hanya bisa mensuplai hingga 300 juta butir, sedangkan jumlah kebutuhan peluru di Indonesia, kata dia, sebanyak 4 miliar butir.
Untuk memenuhi kebutuhan peluru tersebut, menurut Dadang, BUMN PT Pindad (Persero) hanya mampu memproduksi 400 juta butir, dan sebahagian dari produksi tersebut, juga untuk melayani kebutuhan ekspor.
Ia berharap kabupaten Maros bisa menjadi tempat terbangun industri senjata dan peluru tersebut.
“Industri yang dibangun ini adalah bentuk dukungan kita terhadap pertahanan bangsa ini. Bentuk apresiasi kita terhadap bela negara kita,” kata Mayjen TNI Dadang Hendrayudha.
Terkait rencana pembangunan pabrik peluru KPI di Kabupaten Maros, Bupati Maros HAS Chaidir Syam bersama Ketua DPRD Maros Patarai Amir, menyambut rencana pembangunan pabrik peluru tersebut.
“Namun, sebelum melangkah lebih jauh, kami akan melakukan kajian mengenai Amdal dan persyaratan lainnya,” ujar Chaidir.
Chaidir mengatakan, Kabupaten Maros memang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pertahanan militer dan sangat tepat untuk mendirikan industri senjata dan amunisi.
“Sebagai daerah penyangga, Kabupaten Maros memiliki potensi Bandara, yakni Bandara Sultan Hasanuddin dan Lanud Hasanuddin juga berada di Kabupten Maros,” kata Chaidir.
Ia juga menjelaskan, akses ke pelabuhan Makassar (New Port Makassar) dari Maros terbil;ang dekat dan sangat lancar karena melalui akses tol. (roma)