Niat Membantu Kakan Kemenag Soppeng dengan Suket Instan, Dirut RSU Latemmamala Akhirnya Dicopot

Dokter Nirwana, Eks Dirut RSU Latemmamala Soppeng. (Foto: Ist)
menitindonesia, SOPPENG – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Latemmamala Kabupaten Soppeng, Dokter Nirwana, tak pernah membayangkan bakal tersandung Suket instan yang dibuatnya.
Suket ini bersoal, berawal dari sensasi yang dibuat oleh Kepala Laboratorium RSU Latemmamala Dokter Mustakim, yang merekam dirinya sedang bercakap dengan Nirwana melalui aplikasi rekaman video Handphone.
Rekaman video dalam percakapan tersebut, memperlihatkan akting Mustakim yang sedang menelepon Nirwana yang juga adalah atasannya itu. Mustakim keberatan dengan Suket Bebas Covid yang sudah terlanjur dibuat Nirwana untuk Kakan Kemenag Fitriadi.
Mustakim tidak mau menandatangani dan mengatakan bahwa itu kesalahan dan dia selaku Kepala Lab tidak menjamin di kemudian hari Suket itu bermasalah dan viral di Media Sosial.
Dari penelusuran menitindonesia.com, Suket yang dibuat Nirwana itu, ternyata diberikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng Fitriadi, yang hendak melakukan perjalanan dinas.
Fitriadi menceritakan, saat dia hendak melakukan perjalan dinas dan membutuhkan Suket bebas Covid-19, ia menyuruh stafnya dengan menyerahkan KTP untuk diuruskan pembuatan SuketĀ  melalui Direktur RSU Latemmamala, Nirwana.
“Saya hanya kasih KTP ke staf, dan staf saya yang mengurus semua. Saya menunggu panggilan di Swab, tapi staf bilang, semua urusan soal Suket sudah selesai,” beber Supriadi, seperti dikutip dari salah satu media online.
Supriadi juga mengaku, ia tidak dimintai uang untuk pembayaran Suket tersebut alias gratis.
Berkat Suket tersebut, Fitriadi lolos dari pemeriksaan di Bandara Sultan Hasanuddin di Maros. “Tapi saya tidak tahu apa-apa soal Suket tersebut, karena itu diurus semua sama staf saya,” ucapnya.
Maksud Nirwana mengeluarkan Suket kepada Fitriadi hanya berniat membantu agar Kakan Kemenag itu bisa melaksanakan tugas dan melakukan perjalanan dinas, sebab di masa pandemi Covid 19, setiap penumpang pesawat terbang wajib memiliki Suket bebas Covid-19.
Salah satu rekan Nirwana–minta tak disebutkan namanya–mengatakan, selama Nirwana menjadi Dirut RSU Latemmamala, memang dia senang membantu orang, dan dia termasuk dokter yang banyak menolong pasien yang sedang kesulitan untuk berobat.
“Sudah banyak orang yang ditolong oleh dia. Bahkan pernah ada yang mau melahirkan dan tidak punya biaya, justru diberikan pelayanan dan dibantu biaya oleh dokter Nirwana, memang dia suka menolong orang,” ucap sahabat Nirwana itu.
Terkait Suket bodong yang diberikan kepada Kakan Kemenag Fitiriadi, kata dia, hanya semata-mata karena keinginan Fitriadi untuk diperlancar karena dia terburu-buru hendak bepergian dalam rangka melaksanakan tugas ke luar kota.
“Dia membantu Kepala Kantor Kemenag karena mau perjalanan dinas dan terburu-buru mau berangkat, lagi pula disampaikan ke dokter Nirwana kalau Fitriadi sudah melakukan vaksin dan tidak memiliki gejala, maka demi kelancaran tugasnya, Dokter Nirwana memberinya Suket dan itu gratis, tidak bayar,” ungkapnya.
Seperti diketahui, akibat viralnya video Mustakim yang memarahi atasannya terkait pembuatan Suket tersebut, kini Nirwana dicopot dari jabatannya selaku Kepala RSU Latemmamala dan sedang dalam penyelidikan polisi.
Banyak pihak yang berharap, Polres Soppeng yang saat ini menangani kasus Suket Instan tersebut, agar bijaksana menangani perkara tersebut. (hasan a. sultan)