Philip: PAW Wagub Sulsel Jatah Kader PAN, Kahfi Atau Hatta Rahman

Andi Mustamin Patawari, Fungsionaris DPW PAN Sulsel. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Fungsionaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Mustamin Patawari alias Philip mengatakan, pengisian jabatan wakil gubernur Sulsel setelah pengangkatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel, harus diisi dan yang berhak mengisinya nanti adalah kader dari PAN.
“PAN sudah menyiapkan kadernya untuk mengisi kursi wakil gubernur yang lowong setelah ditinggalkan Andi Sudirman. Kalau kasus OTT yang melibatkan Gubernur non aktif NA sudah inkrah, jabatan wagub harus diisi. PAN sudah menyiapkan dua kadernya, yaitu Ashabul Kahfi, Hatta Rahman atau Syamsuddin Karlos,” kata Philip di Makassar, Selasa (6/4/2021).
Philip menjelaskan, tiga partai yang mengusung paket Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2018, yakni PAN (9 kursi), PKS (7 kursi) dan PDIP (5 kursi). Menurutnya, dari segi perolehan kursi saat mengusung, PAN memiliki kursi mayoritas dari partai pengusung.
“Kalau Kahfi atau Hatta menolak menjadi wakil gubernur, maka yang berhak adalah Syamsuddin Karlos. Ini akan dibicarakan di internal PAN, dan semua kader meminta ketiga nama itu diusulkan kepada Plt Gubernur Pak Andi Sudirman,” ujar Philip.
Philip menerangkan, apabila gubernur diberhentikan atau berhalangan tetap karena dijatuhi vonis hukum, maka dilakukan pengisian jabatan gubernur.
“Wakil Gubernur secara otomatis menggantikannya dan posisi wakil gubernur diisi oleh partai pengusung. Karena ada tiga partai pengusung, dilihat partai yang paling banyak kursinya saat mengusung. Itu logika politik yang adil,” ucapnya.
Mantan Anggota DPRD Bulukumba tiga periode dari Fraksi PAN ini menjelaskan, PAN memilih kadernya untuk mengisi jabatan wakil gubernur nanti bukan kader serampangan. Namun, kata dia, kader yang sudah jelas track record dan rekam jejaknya.
“Kahfi adalah kader unggulan, saat ini duduk di Komisi IX DPR RI mewakili Fraksi PAN, dan Hatta Rahman adalah Bupati Maros dua periode yang berprestasi. Prestasinya Hatta itu, di PAN dianggap menyerupai prestasi Jokowi saat Walikota Solo,” jelasnya.
Aktvis 98 yang pernah menduduki Gedung MPR RI saat peristiwa 21 Mei 1998 ini, meminta agar Ketum PAN, Zulkifli Hasan segera melakukan komunikasi politik dengan elit PDI Perjuangan dan PKS agar proses pengisian wakil gubernur Sulsel nanti tidak mengalami kebuntuan.
“Pak Zulkifli kan dekat dengan Ibu Mega dan PKS, ini bisa dikomunikasikan di atas. Karena apa yang diinginkan PAN itu adalah formasi ideal dan demi kepentingan pemerintahan ke depan,” pungkas Philip. (roma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini