Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, AGH Sanusi Baco Tutup Usia, Ini Profil Singkatnya

AGH Sanusi Baco - Selamat jalan Kyai. (Foto Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ulama kharismatik yang bergelar Anre Gurutta KH Sanusi Baco dikabarkan meninggal dunia pukul 20.14, Sabtu (15/5/2021).
Kabar wafatnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan itu, disampaikan oleh Sanfrullah Sanre melalui pesan Whats App. Lalu kabar duka itu dibenarkan oleh Kepala Balai Litbang Agama Makassar Haji Saprillah Syahrir Al-Bayqunie.
“Innalillah wa inna ilaihi rajiun. AGH Sanusi Baco meninggal dunia,” tulis Saprillah.
Dikabarkan pula, KH Sanusi Baco meninggal setelah menjalani perawatan karena sakit di RS Awal Bros, Makassar.
Sanusi, begitu panggilan akrab Anre Gurutta, lahir tanggal 3 April 1937, di Talawe, Panjallingang, sebuah kampung di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sanusi merupakan anak kedua dari enam bersaudara.
Orang tuanya membimbingnya untuk belajar ilmu agama di pesantren yang ada di kampungnya. Anre Gurutta lalu melanjutkan pendidikannya di Sekolah Rakyat di Maros, di masa pemerintahan Jepang. Kemudian tahun 1948, AGH Sanusi Baco dikirim oleh orang tuanya ke Makassar untuk belajar di Darut Dakwah wal Irsyad (DDI) untuk memperdalam ilmu agamanya.
Sanusi dibekali ilmu fikih, tauhid, tafsir dan hadits-hadits. Selepas belajar di Pesantren Mangkoso, AGH Sanusi Baco melanjutkan pendidikannya di Universitas Muslim Indonesia dan meraih gelar BA. Selain aktif kuliah, Sanusi Baco juga aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri PMII di Sulawesi Selatan.
Dia juga mendapat bea siswa sebagai tokoh PMII untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir selama 4 tahun dan mendapat gelar Lc.
Selama menuntut ilmu di Kairo, KH Sanusi Baco bersahabat karib dengan KH Abdul Rahman Wahid (Gus Dur). Dari Gus Dur, Sanusi mendapat informasi tentang Nadlatul Ulama. Kelak Gus menjadi Ketua Umum PB NU dan juga pernah menjabat Presiden Indonesia.
Selesai kuliah di Mesir, KH Sanusi Baco kembali ke Indonesia tahun 1967 dan mengabdi sebagai dosen di Fakultas Syarian IAIN Alauddin, Makassar hingga pensiun pada tahun 2002.
Selain melaksanakan tugas pokoknya sebagai dosen, ia juga merupakan tenaga pengajar beberapa perguruan tinggi, seperti di UMI dan di Universitas Al Gazali.
AGH Sanusi Baco juga sempat menjabat Rektor Univrsitas Al Gazali–di dirikan NU itu–pada tahun 1980.
Selain aktif di lembaga perguruan tinggi, KH Sanusi Baco juga terlibat langsung di berbagai organisasi keagamaan, di antaranya NU, MUI dan menjadi Ketua Pengurus Mesjid Raya, Makassar.
Meskipun usianya sudah rentah, menginjak 80 tahun, KH Sanusi Baco masih aktif menghadiri Salat Jumat dan Tarweh 20 rakaat di Mesjid Raya Makassar.
Kini, kabar duka itu datang. Ummat Islam di Sulsel, kehilangan Ulama khrarismatik yang selalu mendakwakan pesan-pesan damai. “Selamat Jalan Anre Gurutta Sanusi Baco, kami semua berduka. Semoga damai di Sisi Allah SWT dan Surga menjadi tempatmu di akhirat nanti!” (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini