Dari New York, Imam Shamsi Ali Soroti Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Indonesia 2021

Imam Shamsi Ali. (Foto: doc Nusantara Foundation)
menitindonesia, MAKASSAR – Imam Besar Mesjid Raya New York, USA, Ustadz Shamsi Ali, menyoroti sikap yang diambil pemerintah Indonesia terkait pembatalan keberangkatan Jamaah Haji secara sepihak oleh pemerintan Indonesia dengan alasan menjaga jamaah Indonesia dari bahaya Covid 19.
“Kalau Indonesia memutuskan pembatalan saat ini karena alasan keselamatan jamaah di Saudi selama haji, kenapa negara-negara lain tidak ada yang melakukan? Bahkan yang saya dengar di saat Covid di Malaysia masih tinggi saat ini, justeru negeri jiran itu mendapat tambahan 10.000 quota dari pemerintah Saudi Arabia,” kata Imam Shamsi Ali melalui keterangannya yang disampaikan dari New York ke redaksi menitindonesia.com, Jumat (4/5/2021), dini hari.
Selain alasan itu, Imam Shamsi Ali mengatakan, rumor yang berkembang selama ini dana haji yang tersimpan di bank-bank dipakai sementara untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga, kata dia, uang muka (DP) pembayaran ONH, untuk hotel misalnya, memang belum ditunaikan oleh pemerintah Indonesia.
Dia juga mempertanyakan, apakah memang Saudi yang tidak menerima jamaah Haji Indonesia karena alasan tertentu, sehingga pemerintah Indonesia harus membatalkan pemberangkatan jamaah?
“Kita juga dengarkan adanya alasan syar’i (agama) yang disampaikan. Seolah pembatalan ini justified (sah) karena melindungi diri dari marabahaya itu lebih penting dari pelaksanaan ritual. Dalam hal ini hifzul hayaah (menjaga kehidupan) didahulukan dari hifzud diin (menjaga pelaksanaan agama),” ujarnya.
Namun, argumentasi tersebut, kata dia, sangat lemah dan patut dipertanyakan kenapa jamaah dari negara lain tidak masuk dalam kategori alasan syar’i ini? Ia mengaku agak terkejut dan kecewa ketika nampak MUI mendukung argumentasi ini!
“Pembatalan ini sangat tidak sensitif dengan perasaan jamaah, yang berharap akan berangkat tahun ini. Bahkan lebih dari itu terasa kurang sensitif dengan wibawa bangsa yang seolah dikesampingkan dalam perhelatan Umat yang paling global ini,” jelasnya.
Pendiri pondok pesantren pertama di Amerika itu berharap, pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia punya suara, didengar, bahkan punya pemikiran-pemikiran dan kontribusi dalam pelaksanaan ibadah haji yang lebih nyaman dan aman.
“Ibadah Haji adalah ibadah yang menjadi simbolisasi tabiat global keumatan. Memberangkatkan jamaah, walau hanya dalam jumlah terbatas sesuai kapasitas yang yang diperbolehkan, menjadi simbol ikatan global Umat dan wihdah Islamiyah ini,” pungkas Imam Shamsi Ali. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini