Pesan AHY Kepada Ulla dan IAS: Pasca Musda Demokrat Jangan Pecah

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pesan kepada Nimatullah Rahim Bone (Ulla) dan Ilham Arif Sirajuddin (IAS) melalui video pendek yang diputar di arena Musda IV Partai Demokrat Provinsi Sulawesi, di Hotel Four Point By Sheraton, Rabu (22/12/2021).
“Saya dapat laporan dua kandidat bersaing, Ni’matullah dan Ilham Arief Sirajuddin. Silakan DPC menggunakan hak suaranya memilih calon ketua dalam gelaran musda ini. Namun ada mekanisme pemilihan ketua dalam AD/ART hasil Kongres 2020 lalu. Banyak pertimbangan, mekanisme lain, kita harap ada energi positif hadir terutama ketua-ketua DPC,” kata AHY.
AHY berharap Musda IV Partai Demokrat Sulsel tidak menimbulkan perpecahan antar kader ke depan. Sehingga, kata AHY, kader harus berlari kencang dan menyatukan kekuatan dan eneergi.
“Kita harap setelah musda, kader berlari kencang, melompat jauh ke depan sebaik-baiknya. Satukan kekuatan dan energik. Janganlah terpecah belah oleh perbedaan,” katanya.
Selain itu, AHY juga meminta agar kader demokrat menjadi momentum Musda ini sebagai ajang kongsolidasi secara efektif. AHY menyebut Sulsel sebagai bagian pemenangan untuk Demokrat di Pemilu dan Pilpres 2024 ke depan.
“Kita harap Sulsel menjadi motor kemajuan dan motor kejayaan Partai Demokrat. Musda bukan formalitas tapi momentum satukan kita, bukan memecah belah. Dinamika itu wajar tetapi di atas segalanya mari ke depankan solidaritas, dengan itu kita bisa menang pemilu 2024,” katanya.
Lebih lanjut, AHY mengingatkan, di penghujung tahun 2021 dan tahun depan menjadi penting dan menentukan. Ia meminta agar dipersiapkan mesin partai, kader militan untuk menyentuh hati dan pikiran masyarakat Sulsel.
“Kita bersyukur elektabilitas kita angkanya terus meningkat. Kita harus terus berjuang. Pada akhirnya itu menentukan apakah benar angka elektabilitas maksimal nanti bisa diwujudkan,” pungkasnya. (roma)