DPP Pilih Ni’matullah Kembali Pimpin Demokrat Sulsel, Ketua FAKK Beri Ucapan Selamat: Keputusan AHY Sudah Tepat

Ketua FAKK, Ahmad Mabbarani dan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Wakil Ketua MPR RI, Syarif Hasan. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Forum Aliansi Kontra Korupsi (FAKK), Ahmad Mabbarani, memberikan ucapan selamat kepada Ni’matullah Rahim Bone, yang terpilih–melalui Tim 3 DPP Partai Demokrat–sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2022-2027.
“Selamat kepada Pak Ni’matullah, yang terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulsel,” kata Ahmad Mabbarani melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/3/2022).
Dia menyampaikan, dirinya selaku ketua FAKK sudah menyampaikan ucapan selamat langsung kepada Ni’matullah dan sekaligus menyampaikan harapannya kepada Ni’matullah.
Ahmad Mabbarani berharap, setelah kembali memimpin Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah tetap menunjukkan kepribadiannya yang tenang, tidak krasak-krusuk , tetap elegan, smart dan coll.
“Bukan lagi zamannya berkompetisi, itu sudah lewat abadnya, sekarang zaman berkolaborasi, konsisten dan berintegritas. Kalau zaman dulu orang berkompetisi dengan menggunakan cara Machievelli, menghalalkan segala cara,” ujarnya.
Menurut tokoh anti korupsi ini, sekarang zaman sudah jauh berubah, bukan lagi era orang yang suka berkompetisi, tapi sudah memasuki era di mana setiap orang harus mampu berkolaborasi dan bekerjasama.
” Pak Ulla selama ini menunjukkan, bahwa politisi itu harus berisi kepalanya, dan dia mampu merepresentasikan diri seperti karakter SBY, tenang dan cerdas dalam mengambil sikap. Saya menilai dia kader demokrat sejati dan jika diolah tim yang hebat, Ulla bisa menjadi idola publik,” ucap Ahmad Mabbarani.
Selain itu, Ahmad Mabbarani juga menyebut, keputusan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah keputusan yang tepat dalam memilih pemimpin partai di daerah. Sosok Ni’matullah, kata dia, sudah terbukti memiliki integritas, loyal kepada partainya.
“Saat AHY diserang dari luar, Pak Ulla berani tampil ke depan bersuara nyaring. Ini yang namanya integritas, mau berjuang bukan menikmati hasil perjuangan. Apalagi Ulla memiliki rekam jejak digital yang bagus. Ke depan sisah diolah, dimanaje, dia bisa membawa perubahan terutama bagi Sulsel,” jelasnya.
Selain itu, Ahmad Mabbarani juga menyarankan, meskipun Ulla berhasil mengalahkan Ilham Arif Sirajuddin (IAS) dalam kontestasi di Demokrat Sulsel, agar tetap mengajak IAS membantu membesarkan Demokrat Sulsel.
“Pemenang tetap rendah hati, yang kalah harus berbesar hati dan bersedia kembali bersama dalam misi membesarkan partai. Keduanya harus memberi contoh karakter pemimpin yang berkualitas. Politisi hebat itu tidak boleh baper, harus berjiwa besar,” tandasnya.
Ahmad Mabbarani juga menyinggung dinamika pada Musda Demokrat Sulsel yang ke IV lalu. Menurutnya, nampak jelas di publik jika ada segelintir kader yang tidak menyukai kepemimpinan Ni’matullah dengan cara memaksakan menolak pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan Ni’matullah tanpa narasi yang logis.
Menurut Ahmad Mabbarani, penolakan LPJ Ni’matullah di Musda, sesungguhnya tidak berpengaruh pada citra Ni’matullah di mata masyarakat umum dan juga tidak menjadi catatan penting untuk menjegal Ulla pada pemilihan di Tim 3 DPP Partai Demokrat.
“Nah ini yang harus menjadi catatan bagi Pak Ulla, agar semua kadernya memiliki karakter demokrat sejati, santun, cerdas dan elegan berpolitik,” ujarnya.
Terhadap sosok IAS, lanjut Ahmad Mabbarani, dinilainya sebagai tokoh politik yang punya pengaruh kuat, sehingga menurutnya, jika Ulla dan IAS berkolaborasi mengelolah Partai Demokrat Sulsel, peluang besar bagi Demokrat untuk menjadi partai terbesar di Sulsel.
“Sosok IAS juga adalah tokoh politik yang punya pengaruh kuat, jadi kalau berkolaborasi, demokrat bisa jaya di Sulsel. Paling tidak Demokrat menarik IAS jadi pengurus DPP, dari situ dia bisa berkonstribusi membesarkan Demokrat di Sulsel,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya, dalam perebutan Ketua DPD Demokrat Sulsel, ada dua nama yang terjaring untuk dipilih oleh DPP, yang sama-sama memiliki dukungan lebih 20 persen, yakni IAS dan Ni’matullah Rahim Bone. DPP kemudian memilih Ni’matullah. (roma)