Kabid P2P Dinkes Maros, Hasan Rahim menyuntikkan vaksin boster ke nakes di Maros. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Kepala Bidang Pencegaha Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Hasan Rahim, menyesalkan sikap tenaga kesehatan (nakes) di Maros yang belum melakukan vaksinasi boster.
“Seharusnya nakes ini yang paling duluan dalam program vaksinasi, karena mereka orang yang sangat paham pentingnya vaksinasi sebagai upaya menciptakan kekebalan komunal supaya pandemi Covid-19 segera selesai,” kata Hasan Rahim saat dikonfirmasi, Kamis (21/4/2022).
vaksinasi warga dan jamaah Shalat Tarwih di Maros, tetapi nakes banyak yang belum vaksin boster. (Ist(
Dia mengaku sangat kesal saat mendengar banyak nakes yang ogah melakukan vaksinasi boster karena alasan pernah ada kasus nakes meninggal setelah vaksin.
“Bagaimana bisa mengedukasi dan mengajak masyarakat vaksin boster kalau nakes sendiri yang enggan divaksin. Mereka kan pelayan masyarakat yang banyak bersentuhan dengan masyarakat, koq tidak mau divaksin, kan malah dia yang bisa jadi penular penyakit ke masyarakat,” jelas Hasan Rahim.
Dia juga mengaku sangat kesal mendengar berbagai alasan dari nakes yang tidak mau melakukan vaksinasi boster. Bahkan Hasan meminta agar mereka segera mencatatkan diri untuk menerima vaksin boster. Menurutnya, nakes maupun ASN di lingkup Pemkab Maros, harus terdepan memberi contoh untuk divaksinasi.
“Termasuk ASN sebagai abdi masyarakat, harus menjadi contoh dan teladan dalam menjalankan program pemerintah, kok masih ada yang tidak mau Vaksinasi,” ujarnya.
Hasan mengungkapkan, masih banyak nakes di Puskesmas dan di Rumah Sakit Palalloi Maros yang belum melakukan vaksinasi dengan berbagai macam dalil.
“Nakes yang tidak mau vaksin akan segera kami data termasuk ASN, yang tidak mau vaksinasi sama sekali. Kami akan minta apakah ada surat keterangan dari dokter ahli yang merekomendasikan agar mereka tidak melakukan vaksinasi boster,” ujar Hasan.
Dia pun berjanji, akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengenai banyaknya nakes di maros yang menolak di vaksin boster.
“Iya, ini akan kami laporkan kepada Bupati, karena ini berbahaya, justru nakes bisa menjadi penular penyakit Covid kalau belum divaksin boster,” pungkasnya. (asrul nurdin)