Ketua Komisi III DPRD Maros Soroti Soal Amdal Yang Semrawut, Minta DLH Melakukan Penertiban

Ketua Komisi III DPRD Maros, Amran. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Maros, Amran, menyoroti kesembrawutan pergudangan dan perumahan di Wilayah Kecamatan Marusu. Dia menilai, banyak Gudang dibangun tanpa memperhatikan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Banyak Gudang yang semrawut di wilayah Marusu tanpa memperhatikan AMDAL, sangat membahayakan bagi masyarakat, bisa terimbas dampak, seperti limbah dan pencemaran lingkungan,” kata Amran kepada wartawan, saat ditemui di kantor DPRD Maros, Senin (25/7/2027), kemarin.
Dia meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, agar bertindak pro aktif. Menurutnya, kesemrawutan pergudangan saat ini bisa menimbulkan masalah sosial, karena masyarakat tercemari limbah.
“Sebelum menimbulkan masalah sosial baru yang berimbas ke Pemkab Maros dan ke DPRD, DLH Maros harus pro-aktif melakukan penertiban gudang yang tidak memiliki AMDAL,” ujar Legislator dari Partai Hanura itu.
Selain itu, Amran meminta Bupati Maros, AS Chaidir Syam, agar segera membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), sebab, kata dia,  selain banyaknya gudang-gudang semrawut, kondisi lingkungan juga sangat terdampak.
“Kondisi di Marusu dan beberapa tempat, ada perumahan yang malah jalan lebih tinggi dari pada perumahan. Ini yang berpotensi menyebabkan banjir. Ada juga perusahaan melakukan penimbunan, dan timbunannya lebih tinggi dari perumahan,” ungkap Amran.
Dia menyayangkan, karena pihak Pemkab Maros dinilai gegabah dalam mengeluarkan izin atau rekomendasi yang tidak mengevaluasi lingkungan dan malah banyak yang tidak sesuai dengan dokumen AMDAL.
“Di Desa Temmappadduae dan Desa Tellumpoccoe kondisi perumahan itukan di bawah permukaan jalan, nah itu sudah banyak perumahan di sana dan selalu tergenang di musim hujan. Izin mereka tidak sesuai AMDALnya,” pungkasnya (asrul nurdin)