Unhas Gelar Penyuluhan Indikator SDGs Desa di Maros, Prof Suparman: Ini Jadi Acuan Kontribusi Nyata Dalam Pembangunan Global

Penjelasan empat pilar utama pembangunan SDGs yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola, serta pilar tambahan mencakup kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. (Ist)
menitindonesia, MAROS – Universitas Hasanuddin melalui Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan kegiatan penyuluhan penyusunan indikator SDGs (Sustainable Development Goals) desa dalam rangka keselarasan pembangunan.
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara Departemen Sosiologi-Fisip, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Unhas dan Desa Samaenre berlangsung di Aula Kantor Desa Samaenre, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Minggu (14/08/2022), kemarin.
Turut hadir Sekretaris Desa Samaenre, Wahyudi, SE., dan tim pengabdian dari Departemen Sosiologi diantaranya Prof. Dr. Suparman Abdullah, M.Si., selaku ketua dengan anggota tim yakni Dr. Mansyur Radjab, M.Si., Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., dan Suryanto, S.Sos., M.Si.
Prof. Dr. Suparman Abdullah, M.Si., selaku Ketua Tim menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi tinggi atas keterbukaan masyarakat Desa Samaenre. Ia menjelaskan bahwa SDGs desa merupakan target capaian pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi acuan dan kontribusi nyata dalam pembangunan global.
Lebih lanjut, Prof. Suparman menambahkan ada empat pilar utama pembangunan SDGs yakni sosial, ekonomi, lingkungan, hukum dan tata kelola, serta pilar tambahan mencakup kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. Sejak tahun 2017, seluruh kabupaten melakukan desiminasi termasuk di dalamnya setiap kepala desa dapat mengukur ketercapaian pembangunan di wilayahnya dengan bermitra pihak puskesmas dan sekolah untuk menyusun indikator SDGs Desa.
“Kami berharap, kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat terhadap berbagai upaya pengembangan desa khususnya berkaitan dengan program berkelanjutan dalam proses pencapaian indikator SDGs. Pemerintah desa dapat merumuskan indikator SDGs secara langsung serta paham dan sadar akan pentingnya indikator SDGs Desa,” jelas Prof. Suparman.
Secara umum, masyarakat Desa Samaenre memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan Unhas. Wahyudi, Sekretaris Desa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesetaraan pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya indikator SDGs Desa terdokumentasi sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan.

Wahyudi, lebih lanjut, menjelaskan bahwa ke depan akan dibentuk agen perencana pada tingkat masyarakat yang dapat membantu memfasilitasi pemerintah, dan memperkenalkan strategi pembangunan berbasis lokal melalui praktek penyusunan indikator SDGs Desa. (rls/fisip/mir)