Pemkot Parepare Fasilitasi UMKM Berjualan di Pelataran Masjid Terapung

menitindonesia, PAREPARE — Pemkot Parepare memberi perhatian serius bagi pelaku UMKM.
Terbaru, melalui Dinas Tenaga Kerja, menyiapkan kontainer untuk UMKM di kawasan Masjid Terapung.
Kawasan itu untuk mengembangkan UMKM sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi Parepare. “Saya rasa ini penting sekali. Karena kemajuan besarnya animo masyarakat di sektor UMKM itu adalah potensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya jujur semangat saya menghidupkan UMKM tidak diragukan,” ungkap Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, beberapa waktu lalu.
Taufan menegaskan, kawasan kuliner itu untuk semua umat. Dirinya menata kawasan itu sebagai upaya mengembangkan UMKM Parepare.
“Saya membangun kawasan kuliner religius itu milik semua umat. Kami tata sedemikian rupa, mudah-mudahan itu jadi tempat tujuan,” kata dia.
Sementara itu, Kadis Tenaga Kerja, Basuki Busrah, mengungkapkan, pelataran Masjid Terapung akan dikembangkan dengan beberapa spot UMKM. Termasuk butik sebanyak empat unit.
“Di sana juga nanti ada cafe yang menjadi bagian support dari masyarakat yang ingin menikmati sunset atau istirahat dan lain-lain. Kita juga siapkan empat kontainer untuk pelaku UMKM,” jelasnya.
Basuki menguraikan, pengadaan kontainer itu dianggarkan sebesar Rp542.060.000 termasuk PPN 11 persen.
Anggaran itu terdiri dari pengadaan empat kafe kontainer sebesar Rp249.507.560,90, dan empat butik kontainer sebesar Rp248.839.052,90.
Dirinya menegaskan, pengadaan kontainer itu dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Basuki menyebut sesuai RAB, pengadaan kontainer itu memang bekas.
“Pengadaan kontainer tersebut memang menggunakan kontainer bekas. Itu tertuang dalam RAB yang telah melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa yang tertib dan prosedural,” tegasnya.
Diketahui, Pemkot melalui Dinas PUPR mengucurkan anggaran sekira Rp7 miliar untuk pembangunan kawasan kuliner religius. Sementara pengadaan kontainer yang dikelola Disnaker itu menyerap anggaran Rp540 juta lebih. (*)