Ketua Komisi III DPRD Maros Sayangkan Pengembang di Kecamatan Marusu Bangun Rumah Secara Semrawut

menitindonesia, MAROS – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Maros, Amran Yusuf, menyoroti pihak pengembang perumahan (developer) yang ada di Kecamatan Marusu, karena bangunan rumah yang mereka bangun, hampir rata-rata berada di bawah badan jalan.
Menurut Amran, hampir semua perumahan di wilayah Kecamatan Marusu, tergenang air hingga terendam di saat musim hujan. Salah satu peenyebabnya, ungkap Amran, ialah para pengembang mengabaikan dampak lingkungan dan tidak mengantgisipasi lokasi bangunan yang berada di daerah resapan air.
“Lokasi perumahan di wilayah Kecamatan Marusu itu dibangun di daerah resapan air, sehingga kalau hujan,perumahannya terendam genangan air, dan ini setiap musim hujan menimbulkan kerugian pada user,” kata Amran Yusuf kepada jurnalis media ini di Maros, Senin (9/1/2023).
Politikus Partai Hanura itu, menyayangkan sikap para developer, yang menurut dia, sangat tega membangun rumah rawan tergenang air pada setiap musim hujan.
Sehingga, akibat mendirikan bangunan rumah di atas tanah resapan, yang tidak sesuai standart layak lingkungan itu, akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat, terutama user dalam perumahan itu.
“Para user ini, meskipun banyak pendatang yang beli rumah di Kecamatan Marusu, mereka juga sudah menjadi warga Maros. Kan kita kasihan melihat nasib mereka setiap musim hujan, perumahannya tenggelam akibat tingginya genangan air,” ujar Amran.
Salah satu penyebabnya, ujar dia, selain berada di daerah resapan air, hamnpir semua develepor atau pengembang di Kecamatan Marusu, lebih menghemat biaya sehingga bangunan di dalam perumahan berada di bawah bahu jalan.
Kan jelas sekali, kalau dalam suatu perumahan, lantas bangunan rumahnya berada di bawah bahu jalan, maka rumah itu pasti tergenang air di saat musim hujan. Harusnya timbunannya di tambah agar bangunan di atas bahu jalan,” jelasnya.
Mantan Kepala Desa Pa’bentengan, Kecamatan Marusu, itu, juga sangat menyayangkan instansi terkait yang mengeluarkan izin dengan tidak melakukan kajian sebelum izin diberikan.
Namun, untuk ke depannya, ia meminta agar dalam penerbitan izin bangunan harus memperhatikan dampak lingkungan, terutama perumahan yang lokasinya berada di daerah resapan air.
“Jangan melakukan pembiaran sehingga pengembang sewenang-wenang mendirikan bangunan, merugikan usernya. Ini harus jadi pelajaran, kasihan kita lihat warga kita yang tinggal di perumahan, setiap musim hujan mereka berenang ke rumahnya,” ujarnya.
Selain itu, Amran juga meminta semua Developer, agar menyelesaikan fasiltas umum dan fasilitas sosialnya sebelum diserahkan ke pemerintah. Menurutnya, pada saat develeper menjual rumah ke user, sudah termasuk dengan fasilitas umum dan sosial yang disiapkan.
“Tapi kenyataannya, kan banyak pengembang tidak menyelesaikan bangunan drainase dan jalan di perumahannya, dibiarkan terbengkalai lalu diserahkan ke pemerintah. Nanti kita yang diharap bangunkan drainasenya dan perbaiki jalan di perumahannya. Kalau seperti ini, sudah masuk dalam tindakan yang merugikan negara,” jelasnya.
Amran Yusuf juga meminta Bupati Maros memerintahkan instansi terkait agar menegur perumahan yang tidak memperhatikan pembangunan drainasenya sendiri, terutama yang ada di Kecamatan Marusu.
“Kan banyak petani mengeluh, ada beberapa perumahan yang tidak membuat drainase sendiri dan pembuangan warga di perumahannya merusak lahan persawahan petani yang berada di belakang perumahan. Saya juga heran, kenapa ini dibiarkan sama Pemda, kenapa berat sekali menegur pengembang ini,” ucapnya. (asrul nurdin)