Serahkan LKPJ Tahun 2022, Bupati Maros Chaidir Syam Ajak Anggota Dewan Sama-Sama Cegah Stunting

Chaidir Syam menyerahkan LKPJ Bupati Maros tahun 2022 kepada Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir. (Ist)
menitindonesia, MAROS – DPRD Kabupaten Maros menggelar rapat paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawab Bupati Maros Tahun 2022, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Maros, Jalan Lanto Daeng Pasewang nomor 15, Jum’at (24/3/2022).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir dan didampingi para wakil ketua, masing Hj Haeriah Rahman dan Hj Andi fatmawati serta Sekretaris DPRD, Drs H Eldrin Saleh Nuhung, M.Si.

BACA JUGA:
Serah Terima LKPD Unaudited Tahun 2022 oleh Pemerintah Provinsi Sulsel

BACA JUGA:
Isi Ceramah Tarawih Rudianto Lallo di Tallo: Kunci Sukses Dunia dan Akhirat adalah Ilmu

Patarai Amir mengatakan, untuk pembahasan LKPJ Bupati Maros tahun 2022 ini, DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan Pansus ini ditugaskan untuk mempelajari dan membahas LKPJ 2022 ini.
“Hasil pembahasan Pansus nanti akan disampaikan dalam catatan dan rekomendasi atas LKPJ Bupati Tahun 2022. Waktu membahasnya paling lama 30 hari masa kerja,” kata HA Patarai Amir.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Maros AS Chaidir Syam, menyampaikan bahwa masih ada beberapa program nasional yang belum disampaikan dalam LKPJ tahun 2022.
Program nasional itu, kata Chaidir, belum sempat diselesaikannya dan progresnya amsih jalan tahun 2023 hingga 2024 mendatang.
“Insya Allah program stunting yang diamanahkan ini akan kami tuntaskan pada tahun 2023-2024,” ujar Chaidir Syam.
Melalui kesempatan itu, Chaidir Syam juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Forkopimda Maros yang selama ini sangat membantu Pemda Maros dalam penuntasan stunting yang ada di Maros.
Selain itu, Chaidir juga mengajak semua Anggota DPRD Maros agar mau peduli dengan lingkungan sekitarnya.
“Alangkah indahnya jika para Anggota DPRD Maros yang terhormat, mau memperhatikan lingkungan sekitarnya, jika menemukan ada anak yang mengalami stunting, Anggota Dewan mau turut membantu dan menjadikan anak stunting itu sebagai anak angkat,” ujarnya.
Chaidir juga menekankan, bahwa mencegah anak dari stunting (kekurangan gizi), itu sama dengan membangun masa depan Maros.
“Masa depan daerah ini, ada pada anak-anak kita sekarang. Jika anak kita sehat, gizi terpenuhi dan pendidikannya terjamin, yakinlah masa depan Maros akan maju dan lebih baik dari hari ini,” ujar Chaidir. (asrul nurdin)