Usai Disoroti KNPI Maros, Pengelolah Kereta Api Sulsel Bagikan 60 Bingkisan Sembako Kepada Warga

Acara seremoni pembagian 60 bingkisan sembako kepada warga di Stasiun Mandai. (ist)
menitindonesia, MAROS – Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan menggelar bakti sosial untuk menunjukkan kepedulian kepada warga terutama pada anak penderita stunting (kekurangan gizi) di Stasiun Mandai, Kecamatan Marusu, Sabtu (25/3/2023), kemarin.
Pada kegiatan Bakti Sosial ini, BPKA Sulsel melibatkan Kodim 1422 Maros untuk mensupport Baksos pembagian bungkusan sembako kepada sekitar 60 warga yang memiliki anak penderita stunting.
BACA JUGA:
Jadi Penyebab Banjir, Ketua KNPI Maros Keluhkan Sikap Masa Bodoh Pengelolah Kereta Api Sulsel
BACA JUGA:
Menengok Pembangunan Rel Kereta Api Sulsel di Maros: Manfaatnya Banyak tapi Caranya Salah
Bingkisan sembako yang disalurkan itu, berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan dan telur ayam. Acara seremoni pembagian 60 bungkus sembako kepada warga itu, dibuka oleh Bupati Maros AS Chaidir Syam.
Dalam sambutannya, Chaidir Syam mengatakan, bahwa Pemda Maros bersama Forkopimda terus melakukan berbagai upaya dalam menurunkan kasus angka stunting di Kabupaten Maros.
“Pemerintah bersama Forkopimda bertekad menjaga pertumbuhan anak dan menanggulangi serta mencegah terjadinya stunting. Ini harus dilakukan karena anak akan jadi generasi penerus, masa depan bangsa ini ada pada mereka nanti,” kata AS Chaidir Syam.
Dengan adanya acara penyaluran 60 bingkisan paket sembako dari BPKA Sulsel ini, lanjut Chaidir, pihaknya menyampaikan terima kasih karena sudah mau peduli.
Ia juga menyebutkan, bahwa Kodim 1422/Maros, selama ini sangat mensupport upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan stunting di Kabupaten Maros.
“Kami berterima kasih kepada Pak Dandim Maros dan jajarannya,selama ini sangat membantu program penanganan stunting yang digalakkan pemerintah di Maros,” ujar Chaidir.
Dalam acara seremoni pembagian 60 bingkisan sembako dari BPKA Sulsel itu, juga hadir memenuhi undangan yakni Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir, Komandan Kodim 1422/Maros, Letkol Inf Muhammad Hujairin, Kapolres Maros, AKBP Awaludin Amin dan sejumlah anggota Forkopimda lainnya.
Patarai Amir mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mendorong semua elemen masyarakat untuk peduli kepada anak dengan menangani jika ada anak menderita stunting.
“Semua elemen masyarakat harus lebih massif melakukan pencegahan dan penanganan jika mengetahui di wilayahnya ada anak yang menderita stunting. Disarankan agar orang yang mampu berkenaan menjadi bapak angkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPKA Sulsel, Fathir Payungan Siregar, mengatakan pihaknya turut mensupport program Bupati Maros untuk mencegah dan menangani stunting.
“BPKA Sulsel wajib mendukung program pemerintah. Baksos ini kami gelar di stasiun Mandai ini atas inisiasi oleh Pak Dandim. Ini Baksos yang pertama dan mudah-mudahan bisa berlanjut ke depannya,” ujar Fathir Payungan.
Diketahui, sebelumnya, Kepala BPKA Sulsel, Fathir Payungan Siregar, mendapat sorotan dari Ketua KNPI Maros, Chaerul Syahab.
Eks juru bicara AS Chaidir Syam saat Pilkada itu, menuding Kepala BPKA Sulsel, Fathir Payungan Siregar tidak memiliki kepedulian (sense of crisis) saat terjadi bencana banjir di Maros, terutama terhadap warga yang bermukim di sekitar rel kereta api.
“Rumah warga di sekitar rel kereta api tenggelam, tapi BPKA Sulsel tidak pernah menunjukkan solidaritasnya ke warga,” ujar Chaerul Syahab beberapa waktu lalu. (asrul nurdin)