Peneliti LKP: Andi Amran Sulaiman Representasi Indonesia Timur di Pilpres 2024, Cocok dengan Ganjar atau Anies

Foto ilustrasi: Ganjar Pranowo, Andi Amran Sulaiman, Anies Baswedan.
menitindonesia, MAKASSAR – Peneliti Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan (LKP) Muhammad Asrul Nurdin, S.Pd, mengungkapkan, figur bakal calon wakil presiden (Cawapres) yang menonjol dari kawasan timur Indonesia ialah mantan Menteri Pertanian Periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman (AAS).
“AAS yang paling menonjol sekarang, paling siap secara elektoral, juga paling siap secara financial,” kata Muh Asrul saat diskusi lepas di Kantor Redaksi Menit Indonesia, Jalan Andi Djemma No 2 A, Makassar, Senin (1/5/2023).

BACA JUGA:
PSBM XXIII, Andi Sudirman Sulaiman: Lao Sappa Deceng, Lisu Mappideceng

BACA JUGA:
Komentari Usulan Amien Rais, Aktivis 98 Syamsir Anchi: Kalau Cawapres Anies dari Indonesia Timur Koalisi Perubahan Bisa Bubar

Muh Asrul menyebutkan, semua Capres pasti membutuhkan figur dari kawasan timur, terutama yang ketokohannya membawa nilai elektoral dan nilai financial. Menurut dia, AAS sudah beres dengan urusan financial dan selama ini dikenal sebagai tokoh yang sangat royal membantu masyarakat.
“AAS mengakar di Petani karena dia pernah jadi Mentan, kebijakannya waktu itu sangat berpihak ke petani, program cetak sawah, membantu petani dengan alsintan, pompa air, membangun embung dan banyak progrtam pro petani yang sudah dilakukan. Sekarang sangat aktif di kegiatan sosial,” ujarnya.
Pemihakan AAS kepada petani, lanjut Asrul, bisa dilihat saat AAS berseteru dengan Thomas Limbong, Menteri Perdagangan era Jokowi-JK. Saat itu, kata dia, AAS menolak kebijakan menteri dari NasDem itu mengimpor beras dan jagung. Amran menilai, memasukkan beras impor menyebabkan harga gabah petani langsung jatuh, murah.
Selain keberpihakan AAS kepada petani, kata Asrul, juga AAS dikenal sebagai pengusaha tambang nikel yang sukses. Dari segi financial, ujar dia, AAS sangat siap.
“Kalau hanya membiayai Pilpres sampai 9 triliun, pondasi usaha AAS dan keluarganya belum goyang. Jadi kekuatan AAS ada dua, kekuatan elektoral di Indonesia Timur dan kekuatan uang yang lebih dari cukup untuk bertarung,” ucap Asrul.
Pimpinan Pesantren “Nurul Ikhwan” di Desa Tellupoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros itu, menambahkan, bahwa ‘kartu politik’ Amran Sulaiman pada kontestasi politik 2024 nanti akan ‘hidup’ lagi.
“Ia, bisa jadi penentu kemenangan Capres yang didukungnya. Ganjar dan Anies sangat berharap bisa bersama AAS di Pilpres nanti. Namun politik ke depan, masih dinamis, kartu politik AAS hidup lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel HM Amri Arsyad, juga mengusulkan nama AAS sebagai bakal calon wakil presiden untuk Anies Baswedan. Selain itu, DPW PAN se Sulsel, juga memunculkan nama AAS dan Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres dan Cawapres. (andi endeng)