Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar, Muhammad Rheza. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi (Diskop) Kota Makassar terus berupaya meningkatkan keterampilan pemuda di Lorong Wisata (Longwis) dengan mengembangkan produk kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu strategi yang dilakukan adalah membantu pemuda Longwis menggali bakat dan minat mereka agar dapat diarahkan ke sektor ekonomi yang tepat.
Kepala Dinas Koperasi Kota Makassar, Muhammad Rheza, menegaskan bahwa langkah awal dalam pemberdayaan pemuda adalah memahami potensi dan ketertarikan mereka di berbagai bidang.
“Penting bagi kita untuk mengetahui dulu apa minat mereka, di bidang apa mereka ingin berkembang, dan bagaimana cara mereka ingin mewujudkannya. Sebab, anak muda saat ini memiliki pola pikir yang inovatif dan beragam,” ujar Rheza, Rabu (29/1/2025).
Dari hasil pemetaan awal, sebagian besar pemuda Longwis memiliki ketertarikan di sektor kreativitas, kerajinan tangan, fashion, dan teknologi informasi (IT).
“Kami melihat kecenderungan mereka mengarah ke industri kreatif, seperti kerajinan tangan, fashion, dan IT. Ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan,” jelas Rheza.
Untuk mengoptimalkan potensi ini, pihaknya akan mengelompokkan minat para pemuda agar program pembinaan dan pendampingan dari pemerintah lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Setelah kita petakan, kita akan menyesuaikan program yang bisa difasilitasi oleh Diskop, baik dalam bentuk pelatihan, pendanaan, maupun pendampingan usaha,” tambahnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi pemuda Longwis, tidak hanya sebagai pelaku kreatif, tetapi juga sebagai wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Kami ingin pemuda lebih kreatif dalam mengembangkan ide bisnisnya. Jika mereka berhasil menciptakan produk yang kompetitif, itu akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian lokal,” tutup Rheza.