menitindonesia, MAROS – Cuaca buruk melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Minggu (9/2/2025). Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik serta tanah longsor yang menutup akses jalan utama warga.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengonfirmasi bahwa hingga pagi ini, pihaknya telah menerima dua laporan pohon tumbang. Lokasi kejadian berada di Tambua, Desa Tangkuru, Kecamatan Lau, serta di Kanjitongan, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru.
“Hingga pukul 07.00 Wita, kami menerima dua laporan pohon tumbang yang menghalangi jalan utama,” ujarnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini sempat mengganggu mobilitas warga. Tim BPBD Maros telah mengerahkan sembilan personel dengan tiga unit chainsaw untuk mengevakuasi batang pohon dari badan jalan. Proses pembersihan diperkirakan berlangsung antara 30 hingga 60 menit.
BACA JUGA:
Didampingi Wakil Bupati Terpilih, Chaidir Syam Salurkan Bantuan Korban Banjir di Tiga Kecamatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di Maros. Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga 11 Februari 2025, dengan potensi hujan deras, angin kencang, serta petir. Selain itu, Maros juga masuk dalam zona rawan banjir dan tanah longsor.
Tanah Longsor di Camba Putus Akses Antar-Dusun
Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Dusun Satoa, Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba. Longsor ini menutupi akses utama warga dari Dusun Satoa ke Dusun Maddenge, yang juga merupakan jalur alternatif menuju Kabupaten Pangkep.
Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul Kadir, menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 08.00 Wita dan material longsor menutupi sekitar 10 meter badan jalan.
“Ini adalah jalan utama penghubung antar dusun dengan lebar sekitar empat meter. Akibat longsor, warga harus mencari jalur alternatif yang masih bisa dilalui,” terangnya.
Saat ini, warga setempat tengah bergotong royong membersihkan material longsor. Sebanyak 50 warga dilibatkan dalam proses pembersihan, dan diharapkan akses jalan dapat kembali normal dalam satu hari.
BACA JUGA:
DPRD Maros Gelar RDP Terkait Banjir dan Longsor di BTN Griya Tamarampu














