Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Dandim 1422 Maros, Letkol Arm Agung Yuhono serta Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan melihat laporan progres pelaksanaan TMMD di Mallawa usai pembukaan di Lapangan Pallantikang. (IST)
menitindonesia, MAROS — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 resmi dibuka di Kabupaten Maros melalui upacara yang digelar di Lapangan Pallantikang, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan fisik TMMD kali ini difokuskan di Desa Batu Putih dan Kelurahan Sabila, Kecamatan Mallawa.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, Kecamatan Mallawa dipilih karena akses jalan di wilayah tersebut masih sangat terbatas, bahkan sempat viral akibat kendaraan terjebak di jalan rusak.
“Mallawa dipilih karena kondisi jalannya memang belum layak dilalui kendaraan. Ini berdampak besar pada mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” katanya.
Melalui TMMD ke-125, TNI bersama masyarakat akan membangun jalan rintisan sepanjang 1.300 meter guna membuka akses antarwilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi.
Selain itu, lima unit sumur bor akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta dilakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Program ini juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kepada masyarakat.
“Sekitar 1.000 Kepala Keluarga akan menerima manfaat langsung dari program TMMD ini,” tambah Chaidir.
TMMD ke-125 melibatkan 150 personel TNI yang bekerja bersama warga setempat secara gotong royong. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,9 miliar, terdiri dari Rp1,5 miliar dari Pemkab Maros dan Rp400 juta dari TNI Angkatan Darat.
Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah terisolasi.
“Tahun ini, TMMD digelar di dua kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Maros dan Enrekang. Masih banyak daerah yang butuh pembukaan akses jalan demi kemajuan daerah,” kata Danrem.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar program berjalan optimal.