12.232 Gerai Koperasi Merah Putih Rampung Dibangun, Pemerintah Bidik 20 Ribu Unit Beroperasi Agustus

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat menggelar jumpa pers. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor baru penggerak ekonomi desa. Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 12.232 gerai telah rampung dibangun dan kini bersiap memasuki tahap operasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan percepatan pembangunan KDKMP menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Hingga 8 Juni 2026, sebanyak 1.061 unit KDKMP telah beroperasi, tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Seluruhnya diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, pada 16 Mei lalu,” kata Qodari dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).

BACA JUGA:
Resmikan RSUD di Lampung, Prabowo Janji Obat Murah untuk Rakyat

Menurutnya, pembangunan KDKMP terus menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), saat ini terdapat 23.010 titik KDKMP yang sedang dibangun di berbagai daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.232 unit telah selesai secara fisik dan tengah menjalani proses persiapan operasional.
“Sebanyak 12.232 gerai sudah rampung dibangun dan kini memasuki tahap persiapan operasional,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 80.000 unit KDKMP hingga tahun 2029. Saat ini, sekitar 70.000 titik lainnya masih berada dalam tahap pembangunan, perencanaan, maupun pemetaan lahan.

BACA JUGA:
Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Siapkan Modernisasi 400 Rumah Sakit di Indonesia

Bahkan, pemerintah menargetkan sebanyak 20.000 unit KDKMP dapat diresmikan secara bertahap pada Agustus 2026 mendatang.
Qodari menjelaskan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai koperasi atau pusat perdagangan desa, tetapi dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang menjalankan tiga fungsi utama sekaligus, yakni produksi, distribusi, dan pelayanan.
Pada sisi produksi, KDKMP berperan sebagai offtaker hasil pertanian yang menjamin pasar bagi petani sehingga tidak lagi bergantung pada tengkulak.
Sementara dari sisi distribusi, KDKMP menjadi pusat logistik desa yang menyalurkan berbagai barang kebutuhan pokok, baik bersubsidi maupun non-subsidi, hingga ke wilayah pelosok dengan dukungan jaringan distribusi PT Pos Indonesia (Persero).
“Dari sisi layanan, KDKMP berfungsi sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat layanan keuangan bersubsidi, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM desa,” jelasnya.
Menurut Qodari, manfaat KDKMP sudah mulai dirasakan masyarakat melalui harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum.
Sebagai contoh, Minyakita yang di sejumlah daerah dijual sekitar Rp21.000 per kemasan dapat diperoleh di KDKMP dengan harga Rp15.700 per pouch atau lebih murah sekitar Rp5.300.
Sementara LPG 3 kilogram dijual sekitar Rp16.000 per tabung, lebih rendah dibandingkan harga yang umum ditemukan di tingkat agen swasta.
“Selisih harga ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi stimulus ekonomi mikro yang nyata bagi jutaan keluarga di desa,” tegas Qodari.
Ke depan, pemerintah juga akan melengkapi setiap unit KDKMP dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari gerai sembako, gudang logistik, layanan simpan pinjam, apotek, hingga klinik kesehatan.
Dengan konsep tersebut, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian desa secara berkelanjutan.