Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi saat menemui ratusan demonstran dari calon mitra MBG yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulsel, Jumat (15/8/2025)
Puluhan calon mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulsel menggelar aksi demo di DPRD Sulsel. Mereka mengaku rugi hingga Rp1 miliar per dapur usai gagal jadi mitra BGN. DPRD janji tindaklanjuti meski terkendala koordinasi dengan BGN pusat.
menitindonesia, MAKASSAR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, kini tengah diguncang persoalan serius di Sulawesi Selatan. Puluhan calon mitra Badan Gizi Nasional (BGN) merasa dizalimi setelah dapur mereka gagal beroperasi, padahal sudah menghabiskan dana miliaran rupiah.
Ratusan orang yang terdiri dari calon mitra MBG dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (15/8/2025).
Spanduk tuntutan dibentangkan, orasi dikumandangkan, bahkan pagar besi gedung dewan sempat ditendang demonstran. Mereka menuntut keadilan, transparansi, dan meminta agar pejabat BGN yang dianggap bertanggung jawab segera dicopot.
“Kami sudah keluarkan biaya pribadi rata-rata Rp1 miliar untuk bangun dapur MBG, tapi tiba-tiba status kami ditolak hanya dengan alasan kuota penuh. Padahal di lapangan dapurnya masih kosong,” keluh Anda, salah satu calon mitra dari Kabupaten Bone.
DPRD Sulsel Terkendala Koordinasi
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, yang menemui massa aksi berjanji akan menindaklanjuti aspirasi itu. Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan MBG berada di luar kewenangan DPRD.
“Walaupun ini bukan kewenangan kami karena BGN langsung vertikal ke pemerintah pusat, aspirasi ini akan kami catat. DPRD akan bahas lewat rapat dengar pendapat dengan dinas-dinas terkait. Tapi kami tidak bisa jamin kehadiran BGN karena mereka tidak punya perwakilan di daerah,” kata politisi Nasdem itu.
Keterbatasan koordinasi ini justru mempertegas keluhan para mitra: sistem penentuan kemitraan MBG disebut tidak transparan dan rawan dimainkan.
Dugaan Persaingan Tidak Sehat
Koordinator lapangan aksi, Rafli Tanda, menduga ada permainan di balik pemilihan mitra MBG. Ia menuding seleksi dilakukan secara serampangan, hanya berbasis email, tanpa verifikasi lapangan yang memadai.
“Ini mencederai program mulia Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak-anak bangsa. Jangan sampai ulah oknum di BGN mengorbankan masyarakat yang sudah habis-habisan berpartisipasi,” tegas Rafli.
Kerugian Puluhan Miliar Rupiah
Di Sulsel, sedikitnya 40 dapur MBG dihentikan secara sepihak. Para mitra yang sudah berstatus “siap beroperasi” justru ditolak, sementara dapur baru yang belum memenuhi syarat disebut-sebut diloloskan. Akibatnya, kerugian yang ditanggung masyarakat diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kami mohon ada keadilan. Jangan yang sudah berjuang disingkirkan, sementara yang baru bangun dapur justru diterima,” ujar Anda penuh emosi.
Tantangan BGN
Program MBG merupakan salah satu janji kampanye utama Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, kasus di Sulsel ini memperlihatkan betapa kompleksnya tantangan dalam pelaksanaan di lapangan.
DPRD Sulsel kini berada di persimpangan: di satu sisi harus mengawal aspirasi warga yang dirugikan, namun di sisi lain terbentur dengan struktur kelembagaan BGN yang hanya berhubungan langsung dengan pusat.
Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, bukan hanya mitra yang rugi, tetapi juga citra program strategis nasional untuk anak-anak bangsa bisa ikut tercoreng. (andi esse)