Cerita Seru 17 Agustus di BPOM: Pantun Kepala BPOM Taruna Ikrar Hingga Tarik Tambang Pegawai

Senam bersama pegawai BPOM meriahkan HUT ke-80 RI di Jakarta, diikuti Kepala BPOM Taruna Ikrar dan seluruh jajaran, penuh semangat kemerdekaan dan kebersamaan.
  • BPOM RI merayakan HUT RI ke-80 dengan meriah. Ada lari 5K bersama 60 pegawai, lomba Krida Cup, hingga pesan kebangsaan dari Kepala BPOM Taruna Ikrar. Perayaan sederhana tapi penuh makna persatuan dan sportivitas.
menitindonesia, JAKARTA —  Halaman Kantor BPOM Pusat di Jalan Percetakan Negara, Jakarta, berubah menjadi lautan keceriaan pada Jumat pagi (15/8/2025). Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, suasana penuh semangat dan energi positif memancar dari ratusan pegawai BPOM, mulai dari pimpinan hingga staf.

BACA JUGA:
Sejarah Hari Ini: 15 Agustus 1954 Jepang Menyerah, Titik Awal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bukan cuma agenda olahraga rutin Hari Krida, kali ini perayaan tujuh belasan terasa lebih istimewa. Ada lari 5K bersama komunitas BPOM Runners, perlombaan khas 17 Agustus yang mengundang tawa, panggung apresiasi seni, hingga aksi kemanusiaan berupa donor darah. Semua tumpah ruah jadi satu: merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana namun penuh makna.

Runners & Semangat 6 Tahun Komunitas

Tepat pukul 06.00 WIB, sekitar 60 pelari yang tergabung dalam BPOM Runners—termasuk beberapa pimpinan—mulai melangkah. Dengan rute 5 kilometer, mereka berlari mengitari kawasan Percetakan Negara. Bagi komunitas yang berdiri sejak 2019 itu, lari kali ini menjadi perayaan enam tahun perjalanan mereka. Sekitar sejam kemudian, para pelari kembali ke halaman kantor, disambut tepuk tangan dan senyum rekan-rekan mereka.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar: Industri di Bawah Pengawasan BPOM Catat Revenue Rp6.000 Triliun per Tahun
Usai lari, seluruh pegawai berkumpul di lapangan untuk senam bersama. Gerakan energik makin terasa istimewa karena Kepala BPOM Taruna Ikrar ikut hadir. Setelah itu, sorak-sorai semakin riuh ketika diumumkan pemenang berbagai lomba Krida Cup yang telah digelar sejak awal tahun. Hadiah dan apresiasi diserahkan langsung oleh Kepala BPOM.
Seperti perayaan tujuh belasan pada umumnya, keriuhan makin pecah dengan lomba-lomba khas kemerdekaan: estafet sarung, kotak suit, voli balon air, tarik tambang, hingga estafet tepung. Peserta datang dari seluruh unit kerja eselon I BPOM, mulai dari Sekretariat Utama hingga kedeputian dan pusat-pusat.

Pantun Kepala BPOM dan Pesan Kebangsaan

Di tengah sorak sorai, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan sambutan yang diawali dengan pantun:
“Menikmati malam di taman kota, menonton pertunjukan di atas pentas, memeriahkan HUT Republik Indonesia tercinta, mari berlomba menjunjung sportivitas.”
Pantun itu langsung disambut riuh tepuk tangan dari para pegawai.
Dalam pesannya, Taruna menegaskan bahwa usia 80 tahun bagi sebuah negara masihlah muda. Semangat muda itulah, katanya, yang harus menjadi modal untuk terus membangun bangsa.
“Lewat BPOM, kita bisa membantu mewujudkan Indonesia sehat, Indonesia bahagia, dan Indonesia sejahtera, melalui kontribusi nyata untuk rakyat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perlombaan yang digelar bukan soal menang atau kalah, melainkan sarana untuk bergembira, menjaga kesehatan, dan memperkuat persaudaraan.

Merayakan dengan Syukur dan Persatuan

Perayaan sederhana di BPOM kali ini membuktikan bahwa kemerdekaan bisa dirayakan dengan penuh makna tanpa harus berlebihan. Filosofi yang tersimpan: persatuan, sportivitas, dan rasa syukur yang tulus.
Bangsa yang kuat bukan hanya karena sejarah perjuangannya, tetapi karena rakyatnya terus memelihara semangat kemerdekaan di setiap langkah. Dan semangat itu, hari ini, terasa nyata di BPOM. (andi esse)