Tentara Israel Cegat Rombongan Kapal Pembawa Bantuan ke Gaza, 443 Aktivis dari 47 Negara Ditahan

Suasana penangkapan aktivis kemanusiaan yang di dalam kapal yang berlayar menuju Gaza. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Angkatan Laut Israel (IDF) mencegat armada kapal bantuan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Jalur Gaza. Sebanyak 443 aktivis dari 47 negara ditahan dan digiring ke Pelabuhan Ashdod usai operasi dramatis di Laut Mediterania, Kamis (2/10/2025) waktu setempat.
Menurut keterangan para aktivis, pasukan Israel memutus komunikasi, memblokir siaran langsung, lalu menaiki kapal dengan kekuatan penuh. Laporan juga menyebut penggunaan meriam air untuk memaksa flotilla berhenti.
“Tindakan Israel adalah pembajakan ilegal di perairan internasional. Aktivis kami datang dengan damai, membawa bantuan kemanusiaan, bukan senjata. Penahanan ini adalah penculikan massal,” tegas salah satu penyelenggara, Zohar Chamberlain Regev.

BACA JUGA:
Prabowo: Perdamaian Palestina Tak Akan Tercapai Tanpa Pengakuan dan Jaminan Keamanan

Penahanan ini memicu reaksi internasional. Turki menjadi negara pertama yang melayangkan protes keras, mengingat 48 dari ratusan aktivis yang ditangkap adalah warganya.
“Kami memantau kondisi warga kami dan meluncurkan penyelidikan hukum atas tindakan Israel. Penahanan ini berpotensi melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan navigasi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.
Selain Turki, sejumlah negara Eropa juga meminta klarifikasi resmi Israel terkait keselamatan warganya yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
Seorang aktivis asal Spanyol, Maria López, menilai Israel berusaha menutup mata dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
“Kami hanya ingin membawa bantuan medis dan pangan. Israel bukan hanya menghentikan kapal, tapi juga merampas hak sipil internasional untuk bergerak bebas di laut,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Militer Israel menegaskan aksi pencegatan dilakukan untuk menegakkan blokade laut Gaza yang menurut Israel sah berdasarkan hukum internasional.
“Tidak ada yang diizinkan masuk Gaza tanpa pemeriksaan keamanan. Flotilla ini sudah diperingatkan untuk menuju Pelabuhan Ashdod. Karena tidak mematuhi, kami terpaksa bertindak,” katanya.
Kapal-kapal flotilla kini berada di Pelabuhan Ashdod. Israel berencana mendeportasi para aktivis asing setelah proses pemeriksaan. Namun, penyelenggara flotilla menyebut masih ada kapal lain yang tengah berusaha menuju Gaza.