Eks Manajer PSM Kadir Halid Soroti Mundurnya Bernardo Tavares: Manajemen Harus Berbenah!

Mantan Manajer PSM Makassar, Kadir Halid. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Mundurnya pelatih Bernardo Tavares dari kursi pelatih PSM Makassar memicu keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya datang dari mantan manajer PSM, Kadir Halid, yang menilai kondisi ini sebagai sinyal bahaya bagi manajemen klub.
Kadir menilai, kepergian Tavares menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan tim, terutama terkait pemenuhan hak-hak pelatih dan pemain. Ia mengingatkan agar manajemen segera berbenah demi menjaga stabilitas tim.
“Kalau hak-hak pelatih tidak terpenuhi, jangan harap tim bisa berprestasi. Lebih parah lagi kalau para pemain ikut mundur karena hak mereka tidak diselesaikan, itu bisa merusak struktur tim,” tegas Kadir, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, langkah perbaikan harus segera dilakukan, mulai dari pengelolaan keuangan, komunikasi antara manajemen dan tim pelatih, hingga transparansi dalam pelaksanaan kontrak.

BACA JUGA:
PSM Tunjuk Ahmad Amiruddin Jadi Pelatih Sementara, Siap Hadapi Arema FC

“Sekarang waktunya PSM memperbaiki sistem internal. Kalau ini dibiarkan, tim bisa kehilangan arah,” ujarnya.
Kabar pengunduran diri Bernardo Tavares diumumkan melalui akun Instagram pribadinya pada 1 Oktober 2025. Dalam unggahannya, pelatih asal Portugal itu menyebut telah mengalami keterlambatan dan kekurangan pembayaran gaji selama 3,5 tahun menangani PSM.

BACA JUGA:
Tiga Tahun Lebih di Makassar, Bernardo Tavares Akhiri Kerja Sama dengan PSM

Manajemen PSM kemudian mengakui sebagian persoalan tersebut. Manajer Tim PSM, Muhammad Nur Fajri, menyebut ada keterlambatan pembayaran satu bulan gaji pemain.
Namun, situasi semakin pelik setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer selama tiga periode kepada PSM, yang diduga berkaitan dengan sengketa gaji tersebut.
Dengan posisi pelatih utama yang kini kosong, asisten pelatih Ahmad Amiruddin ditunjuk sebagai caretaker sementara sambil klub mencari pengganti permanen. Kondisi ini membuat PSM menghadapi fase sulit di tengah jalannya kompetisi.
Kadir menilai pelatih baru nantinya harus memahami karakter khas PSM yang didominasi pemain lokal.
“Pelatih baru harus paham karakter tim. Tidak cukup hanya strategi di atas kertas, tapi juga bagaimana membangun kebersamaan dan memahami dinamika internal,” terangnya.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada taktik atau nama besar pelatih, melainkan pada sistem manajemen yang sehat, stabilitas finansial, serta kepercayaan antara pelatih dan pemain.