18 Rumah Terbakar Akibat Perang Kelompok, Wali Kota Makassar Janji Bangun Kembali Rumah Warga

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat turun ke Kecamatan Tallo bersama Forkopimda. (Humas Pemkot)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat menangani dampak konflik antarkelompok yang berujung pada kebakaran besar dan hilangnya puluhan rumah di wilayah utara Kota Makassar. Sedikitnya 18 rumah hangus dan 21 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dalam insiden yang terjadi di Kecamatan Tallo.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perlindungan serta bantuan pemulihan.
“Pemerintah Kota pasti turun tangan membantu memulihkan kehidupan warga, termasuk membangun kembali rumah-rumah yang terbakar di Kecamatan Tallo,” kata Munafri dalam Pertemuan Kamtibmas di Gedung Serbaguna SMK Negeri 5 Makassar, Kamis (20/11/2025).
Kebakaran terjadi setelah bentrokan antarkelompok pemuda di wilayah Sapiria, Kelurahan Lembo, dan Borta. Dampak terparah tercatat di Kelurahan Suangga, dengan 14 rumah dan 17 KK terdampak, sementara di Kelurahan Lembo terdapat 4 rumah dan 4 KK yang menjadi korban.

BACA JUGA:
Bank Mandiri Resmi Buka Livin’ Fest 2025 di Makassar, Sinergikan UMKM dan Industri Kreatif

Selain kerugian material, bentrokan juga menyebabkan satu orang meninggal dunia.  Munafri menyebut instansi terkait telah bergerak cepat melakukan pendataan hingga menyalurkan bantuan darurat bagi warga.
Pemkot Janji Bangun Kembali Rumah Warga
Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, Pemkot Makassar berkomitmen untuk membangun kembali rumah warga yang ludes dilalap api.
“Kita tidak hanya membantu kebutuhan harian, tetapi memastikan rumah mereka bisa berdiri kembali. Kita ingin kehidupan mereka kembali aman dan damai,” ujar Munafri.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Dandim 1408/Makassar Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan dan Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Munafri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kembali hubungan sosial yang sempat retak akibat konflik. Ia meminta warga mengaktifkan kembali Siskamling sebagai langkah pencegahan bentrokan serupa terulang.
“Kita harus memahami akar permasalahan dan mencegah agar tidak terulang kembali. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika kita saling bergandengan tangan,” tegasnya.
Munafri menekankan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus bukti komitmen pemerintah dan masyarakat untuk memulihkan keamanan di wilayah utara Makassar.