Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat berkunjung di salah satu tempat pemilihan ketua RT/RW. (ist)
MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham turun langsung memantau pelaksanaan pemilihan ketua RT se-Kota Makassar, Rabu (3/11/2025). Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses berjalan aman, tertib, dan tetap mengedepankan prinsip demokrasi.
Pemantauan ini juga melibatkan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, serta Kajari Makassar Andi Panca Sakti. Rombongan menyisir sejumlah titik untuk melihat langsung antusiasme warga.
Di lokasi pertama, rombongan meninjau tiga TPS di Kecamatan Ujung Pandang, Kelurahan Losari dan Sawerigading. Pemantauan berlanjut ke Kecamatan Wajo, Kelurahan Mampu, yang memiliki enam TPS dengan dekorasi kreatif.
Di wilayah ini, sejumlah TPS tampil tidak biasa. Petugas memakai baju bodo, ada TPS yang dihias menyerupai pelaminan, dan warga menyediakan makanan serta kue tradisional untuk menarik pemilih datang ke lokasi.
Camat Wajo, Maharuddin, mengatakan total ada 43 TPS di wilayahnya, meski dua di antaranya—yang berada di area asrama—tidak menggelar pemilihan. “Tadi ada yang pakai pelaminan, itu memang diperlombakan. Kelurahannya yang berinisiatif,” ujarnya.
Ia menegaskan kreativitas tersebut bukan program kecamatan, tetapi murni inisiatif lurah untuk membangkitkan semangat warga.
Setelah dari Wajo, rombongan bergerak ke Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, yang memiliki tiga TPS. Selanjutnya, pemantauan dilakukan di Kecamatan Tallo, Kelurahan Walawalayya. Di TPS ini, petugas tampil unik dengan mengenakan seragam sekolah SMA.
Terakhir, Wali Kota dan jajaran Forkopimda meninjau TPS di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang.
Munafri menyampaikan apresiasinya atas jalannya pemilihan RT/RW yang berlangsung lancar dan penuh partisipasi warga. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti hidupnya demokrasi di tingkat lokal.
“Alhamdulillah, di beberapa titik berjalan baik. Antusiasme masyarakat juga sangat baik,” kata Appi.
Ia menekankan bahwa pemilihan RT/RW bukan formalitas, tetapi proses penting untuk memilih figur yang benar-benar siap bekerja menjadi perpanjangan tangan pemerintah.
“Kita mencari orang-orang yang mau kerja, yang mau sibuk, yang bisa menyampaikan kebutuhan warga, bahkan sampai hal kecil,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara RT/RW dan aparat pemerintahan agar tidak terjadi gesekan. “Supaya ada satu kesamaan, bukan malah jadi ajang saling sikut,” tegasnya.
Pemilihan Tertib hingga Penutupan, Appi Kagum Kreativitas TPS
Dari hasil pemantauan, Appi menyebut seluruh TPS yang dikunjunginya berjalan tertib hingga penutupan sekitar pukul 14.00 WITA. Ia juga mengaku terkesan dengan kreativitas panitia dan perangkat kelurahan yang aktif menyemarakkan suasana pemilihan.
“Saya sangat amaze dan apresiasi cara berpikir lurah dan camatnya. Ada yang memperlombakan TPS, ada yang menyediakan makanan dan minuman. Ini membuat interaksi masyarakat jadi lebih hidup,” katanya.
Appi berharap semangat kebersamaan ini dapat memperkuat kohesi sosial di masyarakat. “Kalau masyarakat sudah guyub, akan lebih mudah mengatasi persoalan sosial. Inilah yang kita harapkan: membangun chemistry bersama,” pungkasnya.