menitindonesia, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Lukman Irwan, menilai pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel menjadi salah satu dinamika politik regional yang paling disorot jelang akhir tahun.
Golkar, sebagai partai dengan basis kuat di Sulsel, disebutnya selalu menjadi panggung pertarungan pengaruh antara elite lokal dan pusat.
Menurut Lukman, keputusan ketua petahana Taufan Pawe (TP) untuk mundur dari bursa calon ketua membawa perubahan besar dalam peta kekuatan internal Golkar Sulsel.
“Keputusan Pak TP mundur dapat dinilai sebagai langkah strategis yang membuka ruang kompromi internal sekaligus mendorong konsolidasi menuju kepemimpinan baru,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).
Ia menilai mundurnya TP juga dapat menjadi cara menghindari konflik berkepanjangan yang berpotensi mengganggu soliditas partai menjelang Pemilu 2029.
Dalam situasi ini, nama Munafri Arifuddin (Appi) disebut menjadi kandidat dengan peluang terbesar. Sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar, Appi dinilai memiliki kekuatan organisasi yang terbukti dari derasnya dukungan yang diterimanya usai TP menyatakan mundur.
BACA JUGA:
Gantikan Taufan Pawe, Muhidin M Said Pimpin Golkar Sulsel Sementara
“Appi berhasil mengantongi rekomendasi mayoritas DPD II Sulsel, yang menunjukkan dukungan kuat dari basis partai di kabupaten/kota,” kata Lukman.
Ia menyebut dukungan tersebut bukan formalitas, melainkan lahir dari rekam jejak Appi yang dekat dengan akar rumput serta pengalaman politiknya, termasuk saat bertarung di Pilkada Makassar.
BACA JUGA:
Dipuji Prabowo ‘Sangat Cerdas’, Begini Perjalanan Bahlil dari Sopir Angkot hingga Pimpin Golkar














