TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat di Agam, 93 Sumur Bor Polri Aktif di Aceh Tamiang

Personil TNI-Polri terus bergerak membangun akses ke daerah terisolir di daerah bencana Aceh dan Sumatera. (ist)
menitindonesia, AGAM – Personel TNI dan Polri bergotong royong membangun jembatan darurat di Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Jembatan ini dibangun untuk memulihkan akses warga yang terisolasi akibat jembatan utama hancur diterjang banjir bandang.
Pusat Penerangan TNI menyampaikan bahwa pembangunan dilaksanakan pada Sabtu (27/12/2025) oleh personel Yonif TP 897/SGL, Babinsa Kodim 0304/Agam, Polri, dan masyarakat setempat.
Saat ini pengerjaan masuk tahap pembuatan penahan dasar jembatan. Personel terlihat menyusun batu kali atau batu bronjong di tepi sungai dan memasang anyaman kawat baja sebagai fondasi penguat. Sementara itu, rangka jembatan kayu darurat telah terpasang dan sedang dalam proses finalisasi.
Batu bronjong tersebut berfungsi menguatkan lereng sungai, mencegah longsor, serta menjaga kestabilan infrastruktur jembatan yang berada di dekat aliran sungai.
Selain di Malalak, TNI-Polri juga akan melanjutkan pembangunan jembatan darurat di empat titik lain, yakni di Nagari Saniangbaka, Singkarak (Kabupaten Solok); Korong Parak Pisang, Nagari Sungai Buluah Barat (Padang Pariaman); Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur (Kabupaten Agam); serta Jorong Sinik Air, Malalak Selatan.

BACA JUGA:
Sempat Putus Diterjang Banjir, Jembatan Teupin Mane Aceh Kini Bisa Dilintasi

Sementara di Aceh Tamiang, Satuan Tugas Polri melaporkan telah mengaktifkan total 93 titik sumur bor air bersih, termasuk 10 titik baru yang rampung pada Sabtu (27/12/2025). Fasilitas ini kini dimanfaatkan oleh sekolah, rumah ibadah, dan permukiman warga.
Untuk sektor pendidikan, sumur bor telah berfungsi di SMKN 2 Karang Baru, SDN 7 Kuala Simpang, dan SMP Muhammadiyah Kuala Simpang.
Di sektor keagamaan, fasilitas air bersih diaktifkan di Masjid Agung Desa Kebun Tanah Terban, Musholla Ar Rahim, Mushalla Muhammadiyah At-Taqwa, Masjid Baitussalam, serta Masjid Baitul Makmur di Desa Blang Kandis.
Di permukiman warga, sumur bor telah aktif di Dusun Kamboja dan Dusun Kualum.
Bantuan ini disambut hangat oleh masyarakat. Fahmi Putra, Kepala SMKN 2 Karang Baru, menyampaikan terima kasihnya atas lengkapnya fasilitas yang diterima sekolahnya.
“Tandon, genset, dan sumur bor ini sangat berguna bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar,” kata Fahmi.
Hal senada disampaikan Eriyono, pengurus BKM Musholla Ar Rahim di Desa Kota Lintang. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai amal jariyah yang bernilai besar.
“Mudah-mudahan semua bantuan yang diberikan menjadi pemacu Tamiang untuk bangkit kembali,” ujar Eriyono.