Taruna Ikrar Bicara Masa Depan Regulasi di Meja Makan Malam BPOM–Singapura

Prof. Taruna Ikrar bersama CEO Health Sciences Authority Singapura, Dr. Raymond Chua, sebelum jamuan makan malam yang menjadi ruang dialog penguatan kerja sama regulasi kesehatan lintas negara.
  • Dalam jamuan makan malam yang berlangsung hangat namun sarat makna, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. Taruna Ikrar bertemu langsung dengan pimpinan Health Sciences Authority (HSA) Singapura. Di meja diplomasi yang cair itu, regulasi kesehatan dibicarakan demi masa depan kepercayaan publik lintas negara.
menitindonesia, JAKARTA — Jamuan makan malam yang digelar Rabu malam (14/1/2026), mempertemukan BPOM dengan delegasi HSA Singapura yang dipimpin langsung oleh CEO HSA Raymond Chua, didampingi jajaran pimpinan teknis regulator Singapura. Pertemuan ini menjadi penanda penguatan hubungan strategis antarotoritas pengawas obat dan produk kesehatan di kawasan.
BACA JUGA:
BPOM Menarik Susu Bayi Impor: Negara Bergerak Sebelum Risiko Terjadi
Di balik suasana santai, pembicaraan berlangsung substantif. Diskusi menyentuh isu-isu mendasar pengawasan produk kesehatan, tantangan global, hingga arah kerja sama jangka panjang yang berdampak langsung pada keselamatan publik.

Regulasi sebagai Jembatan Kepercayaan Publik

Dalam sambutannya, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi antarregulator memiliki makna yang jauh melampaui aspek teknis. Bagi BPOM, kerja sama internasional adalah fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan negara.
“Kerja sama antarotoritas pengawasan obat dan produk kesehatan tidak semata-mata soal regulasi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik lintas negara. Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama BPOM dan HSA untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami susun benar-benar bermuara pada keselamatan dan kepentingan masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan paradigma pengawasan. Di tengah meningkatnya peredaran produk kesehatan lintas negara, regulator dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga saling terhubung dan saling percaya. Bagi BPOM, kepercayaan publik menjadi kata kunci dari setiap kebijakan yang dirumuskan.

Duduk Setara di Panggung Global

Pertemuan ini berlangsung dalam konteks penting: pengakuan BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA). Status tersebut menempatkan BPOM sejajar dengan otoritas pengawas obat dunia yang sistemnya telah diakui memenuhi standar internasional.
Picsart 26 01 15 00 29 34 884 11zon e1768415234654
BPOM RI dan Health Sciences Authority Singapura memperkuat kerja sama regulasi kesehatan untuk melindungi kepentingan publik lintas negara.
Dengan capaian itu, dialog BPOM dan HSA tidak lagi berangkat dari posisi belajar-mengajar, melainkan kemitraan setara. Pembahasan bergeser pada pertukaran praktik terbaik, penguatan sistem pengawasan, serta potensi kolaborasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Pandangan serupa disampaikan Prof. Chan Cheng Leng, Group Director Health Products Regulation Group HSA. Ia menilai penguatan hubungan dengan BPOM sebagai langkah strategis bagi perlindungan kesehatan masyarakat kawasan.
“Kami melihat penguatan hubungan dengan BPOM sebagai langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih erat di bidang pengawasan produk kesehatan. Dialog yang terbuka dan saling menghormati seperti ini penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan masyarakat di kawasan,” kata Chan.
BACA JUGA:
Menang Telak di Pilrek Unhas, Prof JJ Lanjutkan Kepemimpinan Periode Kedua
Bagi kedua pihak, kerja sama regulator adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keselamatan publik di tingkat regional.
Di luar diskusi formal, Taruna Ikrar juga mengajak delegasi HSA menikmati kekayaan budaya dan kuliner Indonesia. Pendekatan ini menjadi bagian dari diplomasi modern yang menempatkan relasi antarmanusia sebagai fondasi kerja sama jangka panjang. Dalam praktik global, kepercayaan personal antar pimpinan regulator kerap menjadi penguat utama keberlanjutan kolaborasi.
Jamuan makan malam itu ditutup dengan semangat persahabatan dan komitmen untuk melanjutkan dialog yang lebih intensif. Di tengah dinamika global yang terus berubah, Indonesia dan Singapura menyadari bahwa perlindungan kesehatan publik membutuhkan kerja sama yang melampaui batas negara.
Bagi BPOM, pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di panggung regulasi internasional. Bagi masyarakat, diplomasi sunyi di meja makan malam itu bermuara pada satu tujuan: memastikan setiap obat dan produk kesehatan yang beredar benar-benar aman, bermutu, dan dapat dipercaya. (AE)