Pelaku penganiayaan anggota Ormas di Maros berhasil ditangkap oleh Polisi di Pinrang. (ist)
menitindonesia, MAROS — Polisi menangkap pria berinisial Z (40), salah satu pelaku pengeroyokan terhadap anggota organisasi masyarakat berinisial MY di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu pelaku terhadap mantan istrinya yang dibonceng korban.
Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di wilayah Kabupaten Maros pada Juli 2025. Setelah buron selama beberapa bulan, Z akhirnya ditangkap tim Jatanras Satreskrim Polres Maros di lokasi pelariannya di Kabupaten Pinrang, Sulsel, Minggu (25/1/2026).
“Setelah dilakukan penyelidikan, kami mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di Pinrang. Kami berkoordinasi dengan Polres Pinrang dan berhasil mengamankan pelaku Z,” ujar Kanit Tipidum Satreskrim Polres Pinrang, Ipda Ahmad Muhajir, kepada wartawan, Senin (26/1/2026) malam.
Muhajir menjelaskan, Z melakukan penganiayaan bersama seorang rekannya berinisial G yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Korban MY dikeroyok saat tengah mengendarai sepeda motor.
“Korban satu orang atas nama MY. Kasus ini merupakan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang,” kata Muhajir.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat Z melihat mantan istrinya berboncengan sepeda motor dengan korban MY. Merasa cemburu, Z kemudian mengejar korban bersama rekannya dan menghadang kendaraan yang ditumpangi MY.
“Pelaku Z melihat mantan istrinya berboncengan dengan korban. Kemudian pelaku mengejar korban dan bersama G menghadang motor korban,” jelasnya.
Setelah berhasil menghadang, pelaku langsung melakukan penganiayaan. Z memukul korban menggunakan helm hingga menyebabkan luka robek di bagian kepala.
“Pelaku secara tiba-tiba memukul korban menggunakan helm sehingga korban mengalami luka di kepala,” ujarnya.
Polisi menyimpulkan sementara motif penganiayaan tersebut murni dipicu rasa cemburu pelaku terhadap mantan istrinya.
“Motifnya karena kecemburuan. Pelaku tidak terima melihat mantan istrinya dibonceng oleh korban,” tutup Muhajir.
Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lainnya dan mendalami peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut.