Presdien Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. (ist)
menitindonesia, MALANG — Lebih dari 100 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gajayana, Jawa Timur, untuk mengikuti Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto, Minggu (8/2/2026).
Sejak pagi, bahkan sebagian jamaah telah datang sejak malam hari. Warga NU dari berbagai daerah, mulai dari badan otonom, jaringan pesantren, hingga masyarakat umum, memenuhi seluruh area stadion.
Kedatangan Prabowo disambut lantunan sholawat yang menggema dari berbagai penjuru stadion. Suasana khidmat terasa saat ribuan jamaah berdiri serempak, mengangkat tangan, dan melantunkan doa. Sejumlah jamaah tampak menitikkan air mata haru.
Prabowo memasuki stadion didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama para kiai dan ulama telah lebih dahulu berada di panggung utama.
Sebelum naik ke panggung, Prabowo menyempatkan diri menyapa jamaah di barisan depan. Ia melambaikan tangan dan beberapa kali berhenti untuk menyalami warga NU yang telah menunggu berjam-jam.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas berbagai bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi dan pencurian kekayaan negara.
Prabowo mengungkapkan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, ia mendapati masih banyak kekayaan Indonesia yang belum dinikmati secara adil oleh masyarakat. Bahkan, sebagian kekayaan tersebut disebut mengalir ke luar negeri.
“Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur setapak pun,” tegas Prabowo di hadapan puluhan ribu jamaah.
Menurutnya, tekad tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar yang mewajibkan Presiden melindungi seluruh bangsa Indonesia, tidak hanya dari ancaman fisik, tetapi juga dari kemiskinan dan kelaparan.
Ia menegaskan, kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud apabila kekayaan bangsa dikelola secara benar dan kebocoran negara dapat dihentikan.
“Saya telah bersumpah di hadapan Yang Maha Kuasa untuk setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia selama masih ada napas di kandung badan saya,” ujarnya.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan sebagai modal utama keluar dari jerat kemiskinan dan ketimpangan.
“Kalau kita berani, kalau kita pandai, dan kalau kita bertekad, Insyaallah kekayaan bangsa ini cukup untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidup sejahtera,” pungkasnya.