Sanca Batik Raksasa dari Maros Dinobatkan Jadi Ular Liar Terpanjang di Dunia Oleh GWR

Penampakan Ular sanca batik yang telah dinobatkan oleh guinness world record (GWR) sebagai ular sanca terpanjang di dunia. (Sumber: guinnessworldrecord.com)
menitindonesia, MAROS — Seekor ular sanca batik betina raksasa yang ditemukan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada tahun 2020 silam, resmi dinobatkan sebagai ular liar terpanjang di dunia yang pernah diukur secara ilmiah.
Dilansir dari Guinness World Records (GWR), panjang tubuh ular tersebut mencapai 7,22 meter dari kepala hingga ujung ekor. Pengukuran dilakukan secara resmi pada 18 Januari 2026.
Dengan ukuran tersebut, tubuh sanca batik ini hampir setara dengan lebar gawang sepak bola standar FIFA jika dibentangkan. Panjangnya juga setara sekitar enam troli belanja yang disusun berjajar.
Dalam kondisi rileks saat dibius, panjang ular diperkirakan bisa mencapai hampir 7,9 meter. Namun, GWR menegaskan pengukuran lanjutan tidak dilakukan karena pertimbangan keselamatan hewan.
Ular yang diberi nama “Ibu Baron” ini memiliki bobot 96,5 kilogram, setara berat panda raksasa dewasa. Penimbangan dilakukan menggunakan timbangan karung beras setelah ular dimasukkan ke dalam karung kanvas besar.

BACA JUGA:
GROW BPOM Bogor Raih Inovasi Nasional, Prof Taruna Ikrar: Prestasi Ini Harus Menular ke Seluruh Indonesia!

Ibu Baron kini berada dalam perawatan konservasionis lokal Budi Purwanto di Kabupaten Maros. Penilaian lapangan dilakukan oleh Diaz Nugraha, pawang ular berlisensi asal Kalimantan, bersama Radu Frentiu, penjelajah dan fotografer satwa liar yang berbasis di Bali.
Menurut Nugraha, pendokumentasian ular ini penting untuk mencegah pembunuhan satwa liar berukuran besar yang kerap terjadi akibat konflik dengan manusia.
“Habitat yang menyusut dan menurunnya mangsa alami membuat ular sanca semakin sering masuk ke permukiman,” kata Nugraha kepada GWR.
Ia menambahkan, konflik manusia–ular di Indonesia semakin meningkat, terutama terhadap sanca berukuran besar yang dianggap mengancam ternak dan keselamatan warga.
Secara ilmiah, sanca batik merupakan spesies ular terpanjang di dunia, meski bukan yang terberat. Sebelumnya, rekor sanca batik liar terpanjang dipegang individu sepanjang 6,95 meter yang ditemukan di Kalimantan Timur pada 1999.
Sementara itu, rekor ular terpanjang dalam penangkaran masih dipegang Medusa, sanca batik sepanjang 7,67 meter di Amerika Serikat.
GWR menilai keberhasilan penyelamatan dan pengukuran Ibu Baron menjadi bukti penting bahwa Indonesia menyimpan kekayaan biodiversitas luar biasa yang masih belum sepenuhnya terungkap.
Para peneliti berharap temuan ini dapat mendorong kesadaran konservasi, memperkuat perlindungan hukum, serta mengubah cara pandang masyarakat terhadap ular raksasa sebagai bagian penting ekosistem, bukan sekadar ancaman.