Bahas Ekonomi hingga Penciptaan Lapangan Kerja, Prabowo Terima 5 Pengusaha Nasional di Hambalang

Presiden Prabowo saat menerima lima pengusaha nasional bahas ekonomi dan lapangan kerja. (ist)
menitindonesia, BOGOR — Presiden RI Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2) malam.
Pertemuan berlangsung hangat selama hampir empat jam, membahas kondisi ekonomi nasional serta peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Audiensi tersebut digelar atas permintaan para pengusaha dan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Diskusi berlangsung terbuka dengan suasana penuh semangat gotong royong sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Lima pengusaha yang hadir yakni Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).

BACA JUGA:
Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Soroti Korupsi dan Kebocoran Kekayaan Negara

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyerap berbagai masukan terkait tantangan dan peluang ekonomi nasional. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha melalui semangat Indonesia Incorporated guna memperkuat daya saing nasional dan mempercepat pembangunan.
“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengajak dunia usaha untuk berperan aktif dalam membuka dan memperluas lapangan kerja, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Menanggapi hal tersebut, para pengusaha menyatakan komitmen untuk mendukung arah kebijakan pemerintahan Prabowo. Dukungan itu mencakup upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak, serta pembangunan industri yang berpihak pada kepentingan bangsa.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi strategis, tetapi juga ajang silaturahmi untuk menyamakan langkah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.