Legislator Makassar Dukung Pemekaran Kecamatan, Biringkanaya Masuk Prioritas

Anggota DPRD Kota Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad,
menitindonesia, MAKASSAR — Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemekaran sejumlah kecamatan di Kota Makassar.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab persoalan luas wilayah dan lonjakan jumlah penduduk yang berdampak pada pelayanan publik.
“Itu langkah baik. Tapi tentu harus melalui kajian matang, terutama pada kecamatan dengan beban pelayanan yang sudah sangat tinggi,” ujar Tri, Dikutip Senin (2/3/2026).
Ia menilai beberapa kecamatan saat ini sudah tidak ideal dari sisi rentang kendali pemerintahan. Luas wilayah dan kepadatan penduduk membuat pelayanan administrasi hingga pembangunan kurang maksimal.

BACA JUGA:
Hadiri Bukber Perusda, Wali Kota Makassar Ingatkan Lonjakan Kebutuhan Jelang Lebaran

Tri menyebut Kecamatan Biringkanaya dan Tamalate sebagai wilayah yang layak masuk prioritas kajian.
“Ada kecamatan seperti Biringkanaya dan Tamalate yang wilayahnya luas dan jumlah penduduknya besar. Ini patut dipertimbangkan untuk dimekarkan,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mulai mengkaji pemekaran Kecamatan Biringkanaya setelah jumlah penduduknya melampaui 200 ribu jiwa.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Makassar, Rahmat, mengatakan Biringkanaya menjadi wilayah paling potensial untuk dimekarkan sesuai arahan Wali Kota.
“Menurut Pak Wali, Biringkanaya paling potensial karena jumlah penduduknya sudah di atas 200 ribu,” ujarnya.
Ia menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Pemkot akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Makassar untuk melakukan survei kelayakan.
“Kita butuh penelitian dan survei. Tidak bisa terburu-buru,” tegasnya.
DPRD menilai pemekaran bukan sekadar pemisahan administratif, tetapi strategi untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Makassar.