Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menyampaikan LKPJ di sidang paripurna DPRD Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memaparkan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Sulsel dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Selasa (31/3/2026).
Agenda tersebut merupakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir Tahun Anggaran 2025.
Dalam paparannya, Andi Sudirman menyebut sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, khususnya pada tata kelola pemerintahan.
“Indeks reformasi birokrasi mencapai 85,09, melampaui target 81,80,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Sulsel tercatat sebesar 5,43 persen atau di atas target 5 persen.
Sementara itu, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui rasio gini berada di angka 0,350, sesuai target.
“Secara umum, indikator kinerja utama mengalami peningkatan, termasuk penurunan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia,” jelasnya.
Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah hingga akhir 2025 mencapai Rp9,38 triliun atau sekitar 90 persen dari target.
Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pusat, serta pendapatan sah lainnya.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp9,12 triliun atau 88,67 persen dari target Rp10,35 triliun.
“Capaian ini masih bersifat unaudited, namun menunjukkan tren yang cukup baik,” kata Andi Sudirman.
Ia juga merinci alokasi anggaran pada sektor strategis.
Untuk urusan wajib pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial, dialokasikan sekitar Rp5,7 triliun dengan realisasi sekitar 86 persen.
Urusan wajib non-pelayanan dasar mencapai Rp592 miliar dengan realisasi sekitar 90 persen.
Sementara itu, urusan pilihan seperti kelautan, perikanan, pertanian, energi, dan perdagangan dianggarkan Rp441,9 miliar dengan realisasi 88,2 persen.
Belanja penunjang pemerintahan tercatat sebesar Rp2,95 triliun dengan realisasi hampir 90 persen.
Adapun sektor pengawasan dan pemerintahan umum mencatat realisasi tertinggi, yakni di atas 96 persen.
Andi Sudirman menegaskan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
Ia berharap LKPJ tersebut mendapat masukan dari DPRD sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.
“Kami terbuka terhadap masukan sebagai bagian dari perbaikan,” tegasnya.
Ke depan, Pemprov Sulsel akan fokus memperkuat efektivitas program dan kualitas belanja daerah guna mencapai target pembangunan tahun 2026.