MTQ Sulsel di Maros, 184 Rumah Warga Disiapkan untuk Ribuan Peserta

Suasana persiapan pembukaan MTQ Sulsel ke XXXIV di Kabupaten Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Sebanyak 184 rumah warga disiapkan sebagai penginapan bagi kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ke-XXXIV yang digelar di Kabupaten Maros.
Penginapan tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Turikale, Lau, Bantimurung, Mandai, Maros Baru, dan Marusu.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan setiap kontingen akan menempati sekitar tujuh rumah selama pelaksanaan MTQ.
“Kami menyiapkan 184 rumah warga untuk kontingen dari 25 kabupaten/kota,” ujarnya.
Total peserta yang akan berlomba tercatat sebanyak 1.024 orang. Namun, jika termasuk pendamping dan suporter, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.
“Kami batasi satu kontingen maksimal 150 orang,” jelasnya.
Untuk konsumsi, panitia hanya menyiapkan makanan bagi peserta saat perlombaan berlangsung. Sementara di penginapan, masing-masing kontingen akan mengatur kebutuhan makan secara mandiri.

BACA JUGA:
Tenant UMKM MTQ 34 Sulsel di Maros dipungut Biaya, Begini Penjelasan Kopumdag!

Rangkaian kegiatan MTQ akan diawali dengan penerimaan kafilah pada 10 April di Kantor Bupati Maros. Selanjutnya, malam ta’aruf dan pelantikan 117 dewan hakim digelar pada 11 April.
Pembukaan resmi MTQ dijadwalkan berlangsung Minggu (12/4/2026) malam di Lapangan Pallantikang dan akan dibuka oleh Andi Sudirman Sulaiman.
Sejumlah penampilan akan memeriahkan pembukaan, mulai dari penyanyi religi Haddad Alwy, orkestra santri, paduan suara lintas agama, hingga tari kolosal.
MTQ kali ini mempertandingkan delapan cabang utama dengan total 23 golongan lomba, mulai dari tilawah, qiraat, hingga karya tulis ilmiah.
Seluruh lomba akan digelar di 10 majelis yang tersebar di sejumlah lokasi, seperti Lapangan Pallantikang, Gedung Serbaguna, Aula Kecamatan Lau, pesantren, hingga masjid.
Tak hanya lomba, kegiatan ini juga diramaikan pameran potensi daerah dari 24 kabupaten/kota serta kehadiran 150 tenant UMKM di sepanjang Jalan Boulevard.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Maros, Andi Syam Sophyan, mengatakan penataan tenant dilakukan agar kawasan MTQ lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.
Sebanyak 110 tenant diperuntukkan bagi UMKM lokal Maros, sementara 40 lainnya untuk pelaku usaha dari luar daerah.
UMKM lokal dikenakan biaya Rp2 juta per tenant, sedangkan luar daerah Rp3,5 juta. Fasilitas yang disiapkan meliputi tenda, listrik, meja, kursi, hingga kebersihan selama kegiatan.
Menariknya, panitia juga menyiapkan hadiah umrah gratis bagi pelaku UMKM lokal yang akan diundi saat penutupan.
Dengan skala kegiatan yang besar, MTQ Sulsel 2026 di Maros diharapkan tidak hanya menjadi ajang syiar, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi dan memperkenalkan potensi daerah.