Lelang Sisa Kebakaran Gedung DPRD Makassar Tuntas, Tembus Rp1 Miliar

Suasana Pasca Kebakaran di kantor DPRD Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Proses lelang material sisa kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar akhirnya rampung. Aset tersebut terjual dengan nilai lebih dari Rp1 miliar dan kini tinggal menunggu pelunasan sebelum masuk tahap pembongkaran.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan percepatan lelang yang dilakukan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan gedung baru.
“Alhamdulillah, proses lelang sudah sampai penetapan pemenang. Kami tinggal menunggu pelunasan, setelah itu pembongkaran langsung berjalan,” kata Andi Rahmat di kantor sementara DPRD Makassar, Jalan Letjen Hertasning, Selasa (14/4/2026).
Material gedung yang terbakar sejak Agustus 2025 itu dimenangkan oleh penawar tertinggi dengan nilai Rp1.052.900.000. Pemenang lelang diberi waktu lima hari untuk melunasi kewajiban.

BACA JUGA:
Belum Punya Depo Arsip, DPRD Makassar Desak Pembenahan Total Kearsipan

“Ada batas waktu pelunasan. Kalau tidak dipenuhi, akan dialihkan ke penawar berikutnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses pembongkaran menjadi tanggung jawab pemenang lelang, mulai dari merobohkan bangunan hingga pengangkutan material.
“Pemenang lelang yang akan membongkar dan mengangkut. Itu sudah menjadi hak mereka,” ujarnya.
Pembongkaran diperkirakan berlangsung cepat. “Kita perkirakan satu sampai dua bulan sudah selesai,” tambahnya.
Selain material bangunan, lelang juga mencakup kendaraan dinas yang ikut terbakar dan telah lebih dulu diselesaikan.
Andi Rahmat menyebut rampungnya tahapan ini menjadi titik awal percepatan pembangunan gedung DPRD Makassar yang baru. Saat ini, Pemkot Makassar tengah menyiapkan lelang perencanaan yang akan dikerjakan bersama Balai PUPR dengan estimasi waktu sekitar enam bulan.
“Dalam waktu dekat kita masuk lelang perencanaan. Setelah itu dilanjutkan lelang pembangunan fisik,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang pembangunan fisik bisa dimulai tahun ini, bergantung pada kecepatan proses perencanaan dan tahapan lelang berikutnya.
“Tidak menutup kemungkinan tahun ini sudah mulai pembangunan, tergantung progresnya,” pungkasnya.