Raffi Ahmad Kunjungi BPOM RI, Taruna Ikrar Tegaskan Pesan Presiden: Adaptif, Kinerja Tak Boleh Turun

Raffi Ahmad (kanan) bersama Taruna Ikrar (kiri) saat kunjungan kerja di Aula Bhinneka Tunggal Ika, BPOM RI, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan menegaskan pentingnya adaptasi sistem kerja tanpa mengorbankan kinerja dan pelayanan publik.
  • Kunjungan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad ke BPOM RI menegaskan pentingnya adaptasi sistem kerja tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.
menitindonesia, JAKARTA — Raffi Ahmad mengunjungi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan disambut langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Senin (13/4/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan pelaksanaan teknis di lapangan, khususnya dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar Kerahkan Puteri Indonesia, BPOM Lawan Peredaran Obat dan Makanan Berbahaya
Taruna Ikrar menerima kehadiran Raffi bersama jajaran pimpinan BPOM, yakni Sekretaris Utama Jayadi, para deputi—William Adi Teja (Deputi I), Mohammad Kashuri (Deputi II), Elin Herlina (Deputi III), Tubagus Ade Hidayat (Deputi IV)—serta Staf Khusus Wachyudi Muchsin dan pejabat lainnya.
Dalam pertemuan itu, Raffi menekankan pentingnya adaptasi sistem kerja di lingkungan birokrasi sebagai respons terhadap perubahan global. Namun, ia mengingatkan bahwa penyesuaian tersebut tidak boleh berdampak pada penurunan kinerja maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Adaptasi adalah keharusan di tengah perubahan global, tetapi kinerja dan pelayanan publik harus tetap terjaga,” ujar Raffi.

Adaptasi dan Konsistensi Pelayanan

Taruna Ikrar menegaskan, BPOM memandang penyesuaian sistem kerja sebagai bagian dari strategi penguatan institusi, bukan sekadar respons jangka pendek.
Menurut dia, BPOM harus tetap menjadi garda terdepan dalam pengawasan obat dan makanan, dengan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat.
“Adaptasi sistem kerja harus menjadi momentum untuk memperkuat etos kerja dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya,” kata Taruna.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar: BPOM dan GPFI Bergerak Kendalikan Harga Obat di Tengah Tekanan Geopolitik Global
Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 menjadi pijakan penting bagi BPOM dalam merespons situasi global saat ini. Dalam kondisi penuh keterbatasan, BPOM mampu menjaga kinerja dan bahkan mendorong inovasi dalam pelayanan publik.
Kondisi tersebut, lanjut Taruna, menjadi bukti bahwa adaptasi yang tepat justru dapat memperkuat kapasitas institusi.
Kehadiran Raffi Ahmad dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden juga mencerminkan upaya pemerintah membangun komunikasi yang lebih luas antara kebijakan negara dan masyarakat.
Pertemuan di Aula Bhinneka Tunggal Ika itu menegaskan bahwa adaptasi birokrasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga ujian bagi konsistensi kinerja lembaga negara dalam menjaga pelayanan publik yang optimal.