Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Sudiang, Imigrasi Saudi Kini Diperiksa di Hasanuddin

Jemaah Calon Haji Kloter pertama tiba di Asrama Haji Sudiang. (bkr)
menitindonesia, MAKASSAR – Sebanyak 393 jemaah calon haji (JCH) kloter pertama Embarkasi Makassar mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/4/2026) pagi.
Rombongan ini didominasi jemaah asal Kabupaten Soppeng, dengan sebagian lainnya dari Kota Makassar. Soppeng sebanyak 386 dan Makassar hanya 1 orang.
Para jemaah tiba menggunakan puluhan bus dan langsung diarahkan ke Aula Arafah untuk mengikuti proses penerimaan dan pelepasan oleh pemerintah serta petugas haji.
Pada tahun ini, terdapat perubahan signifikan dalam pelayanan. Jemaah sudah menerima kartu nusuk sejak di Asrama Haji, tidak lagi menunggu pembagian di Arab Saudi seperti tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Haji 2026 Dimulai, Embarkasi Makassar Layani 43 Kloter dari 8 Provinsi

Kartu nusuk merupakan identitas resmi jemaah haji yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kartu berbasis smart card ini menjadi syarat wajib untuk mengakses seluruh layanan selama di Tanah Suci.
Mulai dari masuk ke Kota Makkah, Masjidil Haram, hingga lokasi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, semuanya menggunakan kartu tersebut. Selain itu, kartu nusuk juga terintegrasi dengan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan melalui sistem QR code.
Tak hanya itu, jemaah juga dibekali gelang identitas untuk memudahkan pengawasan selama menjalankan ibadah.
Kepala Kantor Kementerian Haji Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyebut ada dua perubahan besar dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
“Pertama, pembagian kartu nusuk yang sebelumnya di Makkah, sekarang dilakukan di sini. Kedua, pemeriksaan paspor imigrasi Saudi yang biasanya di Jeddah atau Madinah, kini dipindahkan ke Bandara Hasanuddin,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini akan mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi karena tidak lagi melalui pemeriksaan berulang.
Salah satu jemaah asal Soppeng, Badaruddin, mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat haji setelah menunggu selama 14 tahun.
“Saya menabung sedikit demi sedikit, sekitar Rp2,5 juta per tahun. Alhamdulillah sekarang bisa berangkat,” ungkap pensiunan perangkat desa tersebut.
Sementara itu, total jemaah yang akan dilayani Embarkasi Makassar tahun ini mencapai 16.750 orang, berasal dari delapan provinsi di kawasan timur Indonesia.