menitindonesia, MAKASSAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar mulai mengarahkan langkah ke sumber air baru sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sungai Moncongloe kini disiapkan sebagai alternatif utama guna menjaga keberlanjutan layanan air bersih di Kota Makassar.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, mengakui selama ini kebutuhan air baku Makassar masih bergantung pada wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.
Kondisi tersebut membuat distribusi air bersih rentan terganggu ketika terjadi penurunan debit maupun masalah teknis di sumber utama.
“Karena tidak memiliki sumber air sendiri, kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Syahrum, Selasa (21/4/2026).
Salah satu sumber utama PDAM, Bendung Lekopancing, saat ini disebut mengalami tekanan cukup berat. Selain banyaknya kebocoran pada saluran terbuka, debit air juga menurun drastis terutama saat musim kemarau.
Akibatnya, suplai air menuju instalasi pengolahan air (IPA) tidak lagi berjalan maksimal.
“Permasalahan utama terjadi pada saluran yang banyak bocor, baik karena usia maupun aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Dampak penurunan debit mulai dirasakan pelanggan di wilayah utara Kota Makassar. Sekitar 68 ribu pelanggan yang dilayani IPA Panaikang mengalami gangguan distribusi, khususnya di kawasan ujung jaringan.
Debit air yang kini hanya berkisar 700 liter per detik dinilai jauh dari kondisi normal sehingga tekanan air menjadi tidak stabil.
Sebagai langkah cepat, PDAM Makassar mengoptimalkan suplai tambahan dari Sungai Jeneberang melalui intake Malengkeri. Namun, tambahan suplai tersebut belum mampu menutupi kekurangan secara keseluruhan.
“Suplai tambahan masih terbatas, belum bisa mengimbangi kebutuhan yang ada,” katanya.
Di tengah keterbatasan itu, PDAM juga menjalankan sejumlah langkah darurat, mulai dari pemasangan pompa tambahan, pengoperasian booster, hingga distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Sementara itu, Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air PDAM Makassar, Wahidin, mengatakan sistem distribusi yang masih mengandalkan gravitasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga tekanan air tetap stabil di seluruh wilayah.
“Kalau debit turun di bawah ambang tertentu, wilayah ujung jaringan pasti terdampak,” ungkap Wahidin.
Untuk jangka menengah, PDAM Makassar menargetkan peningkatan suplai hingga 900 liter per detik melalui penguatan jaringan distribusi dan penambahan pompa.
Selain itu, pengembangan intake baru dan pemanfaatan sumber air alternatif seperti Sungai Moncongloe terus didorong agar Makassar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Ini bagian dari upaya kita mencari sumber baru agar tidak terus bergantung pada air di Lekopancing,” pungkasnya.