Melinda Aksa Ajak Pelajar Makassar Stop Boros Pangan dan Kurangi Sampah Makanan

Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa saat hadir di kegiatan “Stop Boros Pangan Goes To School” yang digelar di UPT SPF SMP Negeri 11 Makassar,. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus menggencarkan edukasi lingkungan kepada pelajar melalui program “Stop Boros Pangan Goes To School” yang digelar di UPT SPF SMP Negeri 11 Makassar, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pokja III TP PKK Kota Makassar itu dibuka langsung Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama jajaran pengurus TP PKK.
Dalam kegiatan tersebut, Melinda menyoroti persoalan sampah makanan atau food waste yang dinilai masih menjadi masalah serius, termasuk di lingkungan sekolah.
Ia mengajak para siswa mulai membangun kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya dan tidak menyisakan makanan.
“Jangan biasakan membuang makanan. Ambil sesuai kebutuhan dan habiskan. Itu bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” ujar Melinda.
Menurutnya, kebiasaan kecil tersebut memiliki dampak besar dalam mengurangi timbunan sampah pangan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Genjot Kota Inklusif, Akses Disabilitas Jadi Prioritas

Melinda juga mendorong para siswa menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan pesan stop boros pangan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan kampanye tersebut sejalan dengan gerakan pengelolaan sampah yang mendorong agar sampah tidak hanya berakhir sebagai tumpukan di TPA, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Dalam kesempatan itu, Melinda turut menyerahkan lunch box secara simbolis kepada para siswa sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah makanan.
Penggunaan lunch box dinilai menjadi solusi sederhana agar makanan yang belum habis dapat disimpan dan dibawa pulang, sehingga tidak terbuang percuma.
Usai sosialisasi, Melinda bersama jajaran TP PKK Kota Makassar meninjau sejumlah titik di lingkungan SMP Negeri 11 Makassar.
Ia menilai sekolah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan pengelolaan sampah mandiri, termasuk penguatan bank sampah sekolah.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Andi Nurdiansyah, memaparkan bahwa sekitar 50 hingga 60 persen sampah yang masuk ke TPA berasal dari sisa makanan.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang berdampak buruk terhadap lingkungan.
Karena itu, siswa diberikan edukasi mengenai pengolahan sampah organik melalui kompos, teba, hingga pemanfaatan maggot atau Black Soldier Fly (BSF) menggunakan metode tumpul atau open windrow.
Andi juga mendorong sekolah mengaktifkan kembali bank sampah yang telah tersedia agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Melalui program ini, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia sekolah dimulai dari kebiasaan sederhana menghargai makanan dan mengelola sampah secara bijak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tamalanrea Andi Patiroi, Lurah Kapasa Raya M Fitrah Ramadhan, Kepala SMP Negeri 11 Makassar Muh Subair, serta para guru.