Sambut Delegasi 28 Negara di IGS, Wagub Sulsel Tawarkan Potensi Ekonomi Kelas Dunia

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi saat menhadiri pembukaan IGS 2026 di di Nusantara Hall, The Rinra Hotel, Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan dunia internasional. Sebanyak 28 negara hadir di Makassar untuk menjajaki peluang investasi, perdagangan, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di Nusantara Hall, The Rinra Hotel, Rabu (24/6/2026).
Forum internasional yang dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, itu mempertemukan pelaku usaha lokal dengan para duta besar, investor, konsul jenderal, dan perwakilan negara sahabat dalam agenda business matching guna membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Mengusung tema Bringing Flavours, Cultures and Business Opportunities, Indonesia Gastrodiplomacy Series memanfaatkan kekayaan kuliner Indonesia sebagai pintu masuk diplomasi ekonomi untuk memperkuat hubungan antarnegara sekaligus mendorong investasi dan perdagangan.
Sebanyak 28 negara ambil bagian dalam forum tersebut, di antaranya Jepang, Australia, Malaysia, Brasil, Belanda, Pakistan, Filipina, Finlandia, Meksiko, Polandia, Serbia, Ukraina, hingga Nigeria dan Zimbabwe.

BACA JUGA:
Gubernur Sulsel Salurkan Santunan untuk Keluarga Petani Soppeng yang Tewas Terseret Arus

Delegasi internasional itu dipimpin Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru H. Subolo.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kemitraan dengan investor global.
“Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki Sulawesi Selatan, kami berharap forum ini melahirkan lebih banyak kolaborasi yang mampu menghadirkan investasi, memperluas pasar produk unggulan daerah, serta menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fatmawati.
Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan internasional, kawasan industri, sentra produksi pertanian dan perikanan, serta konektivitas yang menghubungkan wilayah Indonesia Timur menjadi modal penting dalam menarik investasi dan memperluas akses pasar global.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata Fatmawati, terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan berbagai keunggulan Kota Makassar sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur.
Menurut Munafri, Makassar didukung infrastruktur strategis seperti Makassar New Port, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta jalur pelayaran internasional ALKI II yang menjadikan kota ini sebagai pusat logistik, perdagangan, dan investasi.
“Makassar memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 6,61 persen dengan inflasi yang tetap terkendali di angka 2,69 persen. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp5,2 triliun, termasuk Rp1,13 triliun dari investasi asing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar juga menawarkan sejumlah proyek strategis kepada calon investor, mulai dari pembangunan Sport Tourism Hub Untia, pengembangan Ekowisata Pulau Lanjukang, kawasan industri baru, hingga pengembangan komoditas ekspor unggulan.
Komoditas yang dipromosikan meliputi hasil perikanan, rumput laut, kopi, kelapa, madu, dan jahe yang selama ini menjadi andalan ekspor Sulawesi Selatan.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru H. Subolo, menilai forum tersebut menjadi langkah penting dalam menghubungkan potensi daerah dengan pasar internasional.
Menurutnya, diplomasi tidak boleh berhenti pada hubungan antarnegara semata, melainkan harus menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan investasi, perdagangan, pariwisata, industri kreatif, pertanian, dan perikanan.
“Kami berharap forum ini menjadi titik awal lahirnya kerja sama yang lebih konkret. Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi tindak lanjut berbagai peluang yang muncul melalui jaringan 131 perwakilan Indonesia di luar negeri,” kata Heru.
Business Forum IGS 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai kemitraan strategis antara pelaku usaha lokal dan mitra internasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan forum tersebut tidak hanya menghasilkan jejaring baru, tetapi juga mampu mendorong realisasi investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.