Ketua Fraksi PKS DPRD Makassar Dorong BAZNAS Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Ketua DPD PKS Makassar sekaligus Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso. (ist)
MAKASSAR – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso memberi perhatian khusus kepada kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031.
Ia menantang jajaran pimpinan yang baru dilantik untuk tidak hanya fokus menghimpun dan menyalurkan zakat, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi hingga mengubah mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pembayar zakat.
Menurut Andi Hadi, kepengurusan baru harus menjadikan momentum awal masa jabatan sebagai langkah memperkuat tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak nyata terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Kota Makassar.
“BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Kota dan DPRD dalam upaya mengurangi kemiskinan. Kami berharap kepengurusan baru memperkuat tata kelola yang transparan, meningkatkan literasi zakat, serta memastikan setiap rupiah dana umat benar-benar tepat sasaran,” ujar Andi Hadi, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA:
DPRD Makassar Minta Kesbangpol Gencar Edukasi Kebangsaan ke Sekolah dan Kampus

Ia menilai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, BAZNAS didorong memperkuat layanan berbasis digital agar proses penghimpunan maupun penyaluran zakat semakin mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, transparansi menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik. Kehadiran sistem pembayaran zakat secara daring, laporan keuangan berkala, hingga informasi penyaluran yang dapat dipantau masyarakat diyakini akan mendorong meningkatnya partisipasi para muzaki.
“Kepercayaan muzaki lahir dari keterbukaan. Semakin transparan pengelolaan zakat, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” katanya.
Selain itu, Andi Hadi menyoroti pentingnya memperluas literasi zakat di tengah masyarakat. Ia menilai pemahaman mengenai zakat profesi, zakat perusahaan, maupun instrumen zakat kontemporer masih perlu ditingkatkan agar potensi penghimpunan zakat di Makassar dapat terus berkembang.
Menurutnya, edukasi dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, masjid, hingga majelis taklim sehingga kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat.
Di sisi lain, Andi Hadi menegaskan pola penyaluran zakat tidak boleh hanya berhenti pada bantuan konsumtif. BAZNAS diminta memperbesar program pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian bagi penerima manfaat.
“BAZNAS tidak boleh berhenti pada distribusi konsumtif. Harus ada program yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki,” tegasnya.
Ia mengusulkan pengembangan program bantuan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan, beasiswa produktif, hingga penguatan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang disertai pendampingan berkelanjutan.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Andi Hadi juga meminta BAZNAS menyelaraskan data penerima manfaat dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Pemerintah Kota Makassar. Sinkronisasi data dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih bantuan dan memastikan intervensi yang diberikan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
Selain fokus pada pemberdayaan, BAZNAS juga didorong lebih responsif terhadap kondisi darurat. Menurutnya, Kota Makassar kerap menghadapi bencana seperti banjir dan kebakaran permukiman sehingga diperlukan mekanisme penanganan cepat melalui unit tanggap darurat yang didukung dana siaga dari pos infak dan sedekah.
Andi Hadi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS. Profesionalisme amil, menurutnya, menjadi kunci menjaga amanah umat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
“Amanah umat harus dijaga dengan integritas. Profesionalisme menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi zakat dari sektor korporasi yang beroperasi di kawasan industri maupun pelabuhan masih sangat besar dan perlu terus dioptimalkan melalui strategi penghimpunan yang lebih inovatif.
Tak kalah penting, Andi Hadi mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan zakat. Ia menilai kalangan milenial dan Gen Z memiliki peran besar dalam memperkuat budaya filantropi serta memperluas jangkauan edukasi zakat di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembentukan relawan zakat berbasis kampus dan komunitas dapat menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran sosial sekaligus meningkatkan partisipasi generasi muda dalam gerakan zakat.
Andi Hadi menegaskan Fraksi PKS DPRD Kota Makassar siap mendukung berbagai program BAZNAS melalui fungsi legislasi dan pengawasan agar seluruh program berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“DPRD akan mengawal agar seluruh program BAZNAS benar-benar berpihak kepada kaum dhuafa, tepat sasaran, dan memiliki dampak yang bisa diukur,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan baru BAZNAS Kota Makassar mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan zakat sehingga dapat menjadi contoh tata kelola zakat yang modern, profesional, dan berdaya guna di tingkat nasional.