Reses DPRD Maros, Fajrin Amir Terima Keluhan Warga Soal Lampu Jalan

Anggota DPRD Maros fraksi Golkar, Andi Fajrin Amir saat menggelar reses di Kecamatan Bantimurung. (ist)
menitindonesia, MAROS — Persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kabupaten Maros. Hal itu terungkap dalam kegiatan reses Anggota DPRD Maros, Andi Fajrin Amir, di Lingkungan Pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan mendesak yang hingga kini belum terpenuhi.
Salah satu keluhan yang paling banyak disoroti adalah belum tersedianya lampu penerangan jalan di lingkungan mereka. Warga menilai keberadaan penerangan jalan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari.
Tak hanya itu, persoalan jaringan listrik juga menjadi perhatian. Warga mengungkapkan tiang listrik sebenarnya sudah terpasang sejak beberapa waktu lalu, namun hingga kini kabel jaringan belum dibentangkan sehingga manfaatnya belum dapat dirasakan secara maksimal.

BACA JUGA:
Reses DPRD Maros, Sah Munir Tampung Usulan PJU, KIS hingga Perbaikan Jalan Kuburan

“Pengadaan kabel listrik juga menjadi aspirasi warga. Tiangnya sudah tersedia, tetapi kabelnya belum ada bentangan,” kata Andi Fajrin Amir, Jumat (17/7/2026).
Selain penerangan jalan dan jaringan listrik, masyarakat juga meminta pemerintah memberi perhatian terhadap kondisi drainase yang dinilai sudah tidak memadai. Saluran drainase sepanjang sekitar 400 meter disebut membutuhkan perbaikan untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan.
Fajrin mengatakan reses merupakan sarana penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan pembahasan dan diperjuangkan dalam program pembangunan daerah bersama pemerintah kabupaten.
“Reses menjadi momentum bagi kami untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Semua usulan akan kami catat dan perjuangkan sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Meski demikian, Fajrin mengakui kondisi efisiensi anggaran yang masih berlangsung menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan seluruh usulan masyarakat dalam waktu bersamaan.
Kendati begitu, ia memastikan akan terus mengawal aspirasi warga, terutama kebutuhan yang dinilai paling mendesak, yakni penyambungan jaringan listrik melalui pemasangan kabel agar fasilitas yang sudah tersedia dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Yang paling mendesak tentu bagaimana jaringan listrik ini bisa segera berfungsi. Itu akan menjadi salah satu aspirasi yang kami dorong untuk direalisasikan,” tegasnya.