Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly saat membuka rapat koordinasi penanganan ODGJ yang digelar Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Aston, Selasa (5/5).
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menargetkan program pembagian seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP rampung paling lambat pada awal September 2026.
Saat ini, proses pengadaan telah memasuki tahap jasa jahit setelah pengadaan kain untuk kebutuhan seragam selesai dilakukan.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengakui pelaksanaan program mengalami pergeseran jadwal sekitar satu bulan dari target awal. Namun, menurutnya, seluruh tahapan harus berjalan sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Mudah-mudahan awal September paling lambat kita rampungkan semuanya. Memang ada keterlambatan sekitar satu bulan, tetapi seluruh proses harus sesuai regulasi dan terus kami lakukan monitoring,” kata Zulkifly di Media Center Balaikota Makassar, Jumat (17/7/2026).
Program seragam gratis merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan.
Pada tahun ini, Pemkot menerapkan pola pengadaan yang berbeda dibanding sebelumnya. Pengadaan kain dan jasa jahit dilakukan secara terpisah sebagai upaya meningkatkan efisiensi sekaligus membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal.
Melalui skema tersebut, penjahit UMKM di Kota Makassar diberi kesempatan ikut ambil bagian dalam pengerjaan seragam sekolah.
“Kita ingin merangkul penjahit UMKM, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan pengadaan barang dan jasa. Semua harus berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Meski melibatkan pelaku usaha kecil, Pemkot menegaskan seluruh penyedia jasa jahit tetap wajib memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku, termasuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan klasifikasi usaha yang sesuai.
Zulkifly memastikan seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP negeri di Kota Makassar akan menerima bantuan seragam gratis.
Pada tahap awal, setiap siswa akan mendapatkan satu stel seragam sekolah. Pemkot juga tengah mengupayakan tambahan satu stel lagi melalui pembahasan APBD Perubahan 2026.
“Semua siswa baru SD dan SMP mendapatkan seragam gratis. Untuk tahap awal satu stel, kemudian mudah-mudahan bisa kita tambah satu stel lagi melalui perubahan anggaran,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan seragam, Pemkot juga menerapkan skema kontrak payung dalam proses pengadaan.
Skema tersebut digunakan untuk mengunci harga dan volume kebutuhan selama satu tahun anggaran sehingga dapat menghindari perubahan harga di tengah pelaksanaan program.
Dengan proses yang kini memasuki tahap penjahitan, Pemkot Makassar optimistis seluruh seragam dapat didistribusikan kepada siswa baru sebelum memasuki pertengahan semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.