Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka. (IST)
menitindonesia, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pertemuan kedua pemimpin negara ditandai dengan peluncuran Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, hingga sosial budaya.
Kunjungan Anutin diawali dengan prosesi kenegaraan yang berlangsung khidmat. Rombongan PM Thailand tiba di Istana Merdeka setelah menempuh perjalanan dari Bandara Halim Perdanakusuma dengan pengawalan pasukan berkuda dan motoris melewati kawasan Monumen Nasional (Monas).
Ratusan pelajar yang membawa bendera Indonesia dan Thailand berbaris di sepanjang jalan menuju Istana Merdeka untuk menyambut kedatangan tamu negara tersebut. Dari dalam kendaraan, Anutin tampak menyapa para siswa yang melambaikan bendera kedua negara.
Setibanya di Istana Merdeka, Anutin disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Keduanya berjabat tangan sebelum mengikuti upacara penyambutan yang diawali dengan penampilan Tari Jaipongan Klasik Sekar Sahitya Ayu dari Jawa Barat.
Prosesi dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Thailand dan Indonesia Raya, kemudian kedua pemimpin melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan.
Presiden Prabowo selanjutnya memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia yang terdiri dari sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara. Setelah itu, Anutin memperkenalkan delegasi Thailand yang mendampinginya dalam kunjungan resmi tersebut.
Rangkaian penyambutan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan sebelum kedua pemimpin menggelar pertemuan bilateral.
Kunjungan Anutin ke Indonesia menjadi yang pertama sejak dirinya dilantik sebagai Perdana Menteri Thailand ke-32 pada September 2025. Kunjungan tersebut juga menjadi lawatan resmi pertama seorang Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
“Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan,” kata Prabowo.
Menurutnya, peningkatan latihan bersama dan pertukaran personel militer akan memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata kedua negara sekaligus mempererat hubungan strategis Indonesia dan Thailand.
Selain sektor pertahanan, kedua pemimpin juga meluncurkan Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang menjadi arah baru kerja sama bilateral. Dokumen tersebut mencakup tiga sektor utama, yakni keamanan, pembangunan ekonomi, serta sosial dan budaya.
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan kesiapan negaranya memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan. Salah satu tawaran yang disampaikan adalah penyediaan 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
“Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand,” ujarnya.
Anutin juga mengapresiasi kepercayaan Indonesia terhadap produk industri pertahanan Thailand.
“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menggunakan produk kami di negara Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, Anutin turut mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran pertahanan dan keamanan yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan. Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi momentum mempererat kemitraan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor pertahanan dan keamanan.