LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat Safari Ramadan Terakhir di Pulau Barrang Lompo Kecamatan Sanggkarang. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) mulai dikeluhkan masyarakat di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi pun mendesak PT Pertamina segera turun ke lapangan dan menginvestigasi distribusi gas bersubsidi tersebut.
Appi meminta Pertamina tidak hanya memastikan pasokan dan kuota LPG 3 kg tersedia, tetapi juga memperketat pengawasan hingga ke tingkat pangkalan resmi.
Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kg tidak bisa semata-mata diselesaikan dengan menambah pasokan. Jalur distribusi juga harus diperiksa untuk memastikan gas bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia dan mudah diperoleh oleh warga yang memang berhak menerima subsidi. Jadi, kita berharap pihak Pertamina memastikan ketersediaan,” tegas Appi, Senin (14/9/2026).
Ia meminta Pertamina memastikan penyaluran LPG 3 kg sesuai ketentuan, termasuk penjualan kepada kelompok masyarakat yang berhak dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

BACA JUGA:
Wali Kota Makassar Minta Ojol Dapat Dispensasi Aturan Ganjil-Genap Isi BBM

“Harus ada surat edaran atau apa yang menegaskan bahwa penggunaan LPG ini memang sudah ada aturan yang diatur, digunakan kepada masyarakat yang berhak. Jangan dipakai kepada orang yang tidak berhak,” tutur Appi.
Appi bahkan meminta Pertamina melakukan investigasi menyeluruh terhadap pangkalan-pangkalan resmi yang menyalurkan LPG 3 kg.
Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dalam proses distribusi, mengingat LPG 3 kg merupakan komoditas yang mendapatkan subsidi pemerintah.
“Karena apa? Karena ini ada subsidi di dalamnya, ada haknya orang yang harus diberikan kepada mereka,” ujarnya.
Appi menegaskan pengawasan tidak boleh berhenti pada ketersediaan stok. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan LPG bersubsidi mengalir melalui jalur distribusi yang tepat hingga sampai ke masyarakat.
Persoalan LPG 3 kg tersebut juga telah dibahas Appi bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Pertamina dalam pembahasan mengenai kebutuhan energi masyarakat.
Pembahasan itu tidak hanya menyangkut LPG, tetapi juga persoalan antrean dan ketersediaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut Appi, persoalan distribusi energi membutuhkan pengawasan bersama yang kuat agar tidak menambah beban masyarakat.
“Ini memang butuh Satgas yang sangat kuat, secara komprehensif, secara bersama-sama untuk memastikan ketersediaan bagi kebutuhan masyarakat,” katanya.
“Karena ini menjadi kebutuhan dasar yang setiap hari. Ketika ada yang salah di dalam proses itu sangat berdampak pada kehidupan masyarakat,” sambung Appi.
Pemkot Makassar, kata dia, akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan energi dasar masyarakat. Pada saat yang sama, tata kelola distribusi harus dibenahi mulai dari pasokan, penyaluran hingga penjualan di tingkat pangkalan.
Appi berharap LPG 3 kg tidak kembali mengalami kelangkaan hanya karena persoalan distribusi atau penyaluran yang tidak tepat sasaran.
“Yang penting agar LPG 3 kg yang merupakan bersubsidi, tidak mengalami kelangkaan akibat persoalan distribusi maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran,” harapnya.