Akhiri Perjalanan Politiknya Bersama Golkar, Appi Resmi Gabung Demokrat

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin resmi bergabung ke Partai Demokrat Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi menjadi kader Partai Demokrat. Setelah mengakhiri kiprahnya di Partai Golkar, Appi kini mengenakan jaket biru berlambang Mercy dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat.
KTA tersebut diserahkan Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe dalam agenda Pendidikan Politik DPD Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Sementara jaket Demokrat dipasangkan Deputi BPOKK DPP Demokrat Agustinus Tamo Mbapa.
Prosesi tersebut menjadi penanda resmi bergabungnya Appi ke Demokrat setelah sebelumnya menyatakan mundur dari Golkar.
Bagi Appi, Demokrat bukan partai yang sepenuhnya baru dalam perjalanan politiknya. Ia mengaku memiliki sejarah dengan partai tersebut, termasuk pernah menjadi bagian dari Demokrat.
“Saya ada sejarah dengan Partai Demokrat. Dulu itu saya pernah sudah bergabung dengan Demokrat,” kata Appi.

BACA JUGA:
Appi Evaluasi Kinerja Lurah Makassar, Rotasi Ditentukan dari Capaian

Hubungan politik Appi dengan Demokrat juga terjalin dalam dua kontestasi Pilwalkot Makassar. Pada Pilwalkot 2020, Demokrat mendukung Appi yang saat itu berpasangan dengan kader Demokrat Rahman Bando.
Empat tahun kemudian, Demokrat kembali memberikan dukungan kepada Appi. Kali ini ia berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham dan berhasil memenangkan Pilwalkot Makassar 2024 hingga mengantarkannya menjadi wali kota.
“Dua kali saya mengikuti Pilkada itu di-support oleh Partai Demokrat, dan dari kalah, menang alhamdulillah ya,” tutur Appi.
Sebelum resmi menerima KTA, Appi juga mengaku telah bertemu Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta. Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta izin sebelum dirinya masuk ke partai berlambang Mercy.
“Tentulah kita minta waktu untuk ketemu dengan ketua umumnya memastikan bahwa namanya orang punya rumah, ya tentu kita minta izin mau masuk rumahnya orang,” jelasnya.
Setelah resmi menjadi kader, Appi menegaskan dirinya ingin membangun komunikasi dan bekerja bersama seluruh kader Demokrat. Ia menyebut dirinya datang sebagai individu dan membutuhkan kerja kolektif untuk membesarkan partai.
“Saya ini hanya sendirian datang dan tidak bisa melakukan banyak apa-apa kalau kita tidak membangun kolaborasi dan kerja sama sesama kader Partai Demokrat,” ujarnya.
Menurut Appi, perjalanan politiknya di Demokrat ke depan tidak bisa dilakukan seorang diri. Soliditas dan kolaborasi antarkader menjadi bagian penting dalam menjalankan agenda partai.
“Kita tidak bisa apa-apa kalau tidak menjalin kolaborasi dengan sesama kader Demokrat. Ke depan akan banyak hal yang akan kita lakukan bersama-sama untuk membesarkan Partai Demokrat,” tambahnya.
Appi juga menegaskan kepindahannya bukan sekadar pergantian kendaraan politik. Ia menyatakan siap ikut bekerja membesarkan Demokrat sesuai amanah Ketua Umum AHY.
“Tujuan saya jelas, setelah bergabung di Partai Demokrat, bersama seluruh kader membesarkan partai sesuai dengan amanah Ketua Umum Pak AHY,” tutup Appi.
Sementara itu, Ni’matullah menyambut kedatangan Appi sebagai kader baru Demokrat Sulsel. Ia berharap Appi dapat merasa nyaman dan ikut berkontribusi dalam membesarkan partai.
“Selamat datang di Partai Demokrat, mudah-mudahan Pak Appi bisa senang dan nyaman,” ujar Ni’matullah.
Masuknya Appi ke Demokrat sekaligus membuka babak baru perjalanan politiknya setelah sebelumnya menjadi kader sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar. Namun, Appi menegaskan untuk saat ini dirinya tidak membawa gerbong dari Golkar.
“Belum ada, saya baru bawa diri saya sendiri ini,” kata Appi. Ia menyerahkan pilihan kepada masing-masing individu jika ada yang ingin mengikuti langkah politiknya.