Anggota DPRD Maros, Ari Anugrah (Jaket Biru) saat meninjau langsung warga terdampak banjir di kecamatan Marusu.
menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Kabupaten Maros, Muhammad Ari Anugrah, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana banjir dengan turun langsung ke lokasi terdampak di Grand Sulawesi, Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Senin (23/12/2024).
Dalam kunjungannya, Ari menemui warga yang terdampak dan memberikan imbauan penting terkait mitigasi dan keselamatan.
“Banjir ini telah memengaruhi sekitar 98 kepala keluarga (KK) di kawasan Grand Sulawesi. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga setinggi bahu orang dewasa,” kata Ari.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 20 warga, termasuk lansia dan balita, terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi melibatkan kerjasama antara pemerintah setempat dan warga.
“Sebagian korban telah kami bawa ke Kantor Koramil, sementara lainnya diungsikan ke posko evakuasi yang didirikan di lokasi,” jelas Ari.
Proses evakuasi berlangsung cepat berkat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sekitar. Posko darurat yang didirikan di kawasan tersebut mulai menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak.
“Saya melihat langsung kondisi warga, terutama mereka yang terpaksa mengungsi. Pemerintah harus lebih serius menangani bencana seperti ini, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas kurangnya langkah-langkah mitigasi yang memadai untuk menghadapi musim hujan.
“Penanganan darurat saja tidak cukup. Kita butuh langkah jangka panjang agar banjir seperti ini tidak terus berulang,” tambahnya.
Selain meninjau kondisi di lapangan, Ari juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan selama musim hujan ini.
“Saya minta warga untuk sementara menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Pantau kondisi cuaca secara berkala, dan siapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, dan dokumen penting. Ini penting untuk berjaga-jaga,” ujarnya.
Ari berharap pemerintah dapat segera memperbaiki infrastruktur di kawasan rawan banjir, termasuk memperbaiki sistem drainase dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana.
Hingga saat ini, tim tanggap darurat masih berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi dan mendistribusikan bantuan bagi korban banjir. Sementara itu, cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan dalam upaya penanganan bencana.
“Kita harus saling bahu-membahu. Baik pemerintah, masyarakat, maupun pihak terkait, semua harus bekerja sama agar dampak bencana bisa diminimalkan,” tutup Ari.