Suasana korban saat dievakuasi oleh tim SAR gabungan. (ist)
menitindonesia, MAROS – Setelah dua hari pencarian, jasad Marsanda (20), mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, yang terseret arus Sungai Sapanna di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (13/5) pukul 17.00 Wita.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terbawa arus sejauh enam kilometer dari lokasi awal hilang. Tubuh Marsanda ditemukan di bawah jembatan Dusun Tombolo, Desa Tompobulu, tepatnya di belakang rumah warga di desa seberang.
“Korban ditemukan radius enam kilometer dari titik awal dinyatakan hilang,” kata Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.40 Wita menuju Puskesmas Tompobulu. Ia memastikan pencarian melibatkan 250 personel dari berbagai unsur.
“Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Maros, Tim Rescue KPP Makassar, TNI-Polri, SAR UNM, potensi SAR lainnya, serta masyarakat,” ungkap Andi Sultan.
Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bertugas memantau cuaca di hulu, SRU 2 menyisir dari titik awal hingga radius 700 meter, SRU 3 fokus pada area cekungan yang dikenal rawan korban tenggelam, dan SRU 4 menyisir hingga Jembatan Leko Pancing.
Marsanda dilaporkan hilang pada Minggu (11/5) saat beraktivitas di sekitar Sungai Sapanna, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu. Kejadian ini menambah daftar panjang korban terseret arus sungai di wilayah tersebut.