Basarnas Temukan Korban Kedua Sungai Buakkang, Pasutri Tewas Terseret Arus

Tim Sar gabungan mengevakuasi jenazah korban yang terseret arus di sungai Buakkang Gowa. (ist)
menitindonesia, GOWA – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan kedua korban yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Buakkang, Dusun Kaluarrang, Desa Buakkang, Kecamatan Bungayya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pasangan suami istri, Kamuddin (58) dan Lami Dg Ngugi (57), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari.
Peristiwa tragis itu bermula pada Sabtu (9/5/2026), saat keduanya pergi menjala ikan di Sungai Buakkang. Namun hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai tiba-tiba naik dan arus menjadi sangat deras hingga menyeret korban.
Korban pertama, Kamuddin, ditemukan warga pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 13.20 WITA di aliran sungai dalam kondisi tidak bernyawa.
Saat ditemukan, tubuh korban masih terlilit jala ikan yang digunakannya saat mencari ikan.
Setelah penemuan itu, Tim Rescue Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari korban kedua.

BACA JUGA:
Basarnas Makassar Dikerahkan Cari Nelayan yang Hilang Saat Menjala Ikan di Sungai Buakkang Gowa

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi (11/5/2026). Lami Dg Ngugi ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban perempuan ditemukan meninggal dunia di aliran sungai, berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik penemuan korban pertama,” ujar Kepala Basarnas Makassar, Arif Anwar.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi dihentikan dan ditutup.
Jenazah kedua korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan debit air sungai sebelum beraktivitas, terutama saat hujan deras di wilayah hulu,” kata Arif.
Operasi pencarian melibatkan personel gabungan dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, BPBD Gowa, relawan, serta masyarakat setempat yang sejak awal turut membantu proses pencarian korban.